IHSG 19 Desember masih bergerak melemah hingga ditutup pada level 5,191 atau tergerus sebesar 0.76%. Total transaksi sebesar 5.7Trilliun dengan asing membukukan jual bersih 422.25 Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan melanjuykan penurunannya dalam range support 5,150 dan resistance 5,200. Tetap disiplin dalam trading serta waspada pada aksi profit taking untuk kondisi market pada hari ini.


------------------------

                                                                 
Global
Commodity Indices



------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. BEI Cermati Kenaikan Harga Saham BJBR.

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas bursa saham menilai peningkatan harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). BEI menjelaskan informasi terakhir tentang perseroan yang dipublikasi yaitu pada 7 Desember 2016. Isinya tentang laporak bulanan registrasi pemegang efek atau perubahan struktur pemegang saham.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (19/12/2016). Saham BJBR pada perdagangan Senin berakhir di Rp3.040 setelah naik 3,05 persen dan merupakan harga tertinggi dalam setahun terakhir. Pada penutupan perdagangan 13 Desember saham BJBR di Rp2.150 per saham. Pada penutupan perdagangan 15 Desember di harga Rp2.400 per saham. Pada penutupan perdagangan 16 Desember, saham BJBR di harga Rp2.950 per saham.

Oleh karena itu, BEI berharap para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selalu mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. Selain itu perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Investor seyogyanya mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.


2. Bumi Resource Berencana Bangun PLTU 3000 Megawatt.
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resouces Tbk. tengah merancang pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 3.000 Megawatt.Direktur & Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan pembangunan PLTU itu akan dilakukan di berbagai wilayah Tanah Air. "Tapi terlalu dini untuk memerkirakan dana investasi pada tahap ini," ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (16/12/2016).
Emiten bersandi saham BUMI tersebut saat ini tengah membangun proyek PLTU berkapasitas 3x18 MW. Power plant berbahan baku batu bara itu dibangun pada pertambangan anak usaha, PT Kaltim Prima Coal (KPC). Manajemen BUMI mengklaim telah mengantongi perizinan untuk proyek tersebut. Nantinya, anak-anak usaha BUMI juga bakal turut ambil bagian dalam proyek pembangunan percepatan PLTU tersebut.
Saat paparan publik belum lama ini, manajemen BUMI menargetkan akan membangun PLTU terutama di wilayah pertambangan perseroan.  BUMI akan mengajak mitra strategis, salah satunya dari China. Pendanaan untuk pembangunan proyek PLTU bakal diperoleh dari pinjaman perbankan asing. Terutama, bank-bank yang selama ini telah bekerjasama dengan perseroan.
Sementara itu, lonjakan harga batu bara yang menembus level US$100 per ton itu diproyeksi menguntungkan perseroan. Menurut dia, lonjakan itu berdampak positif terhadap nilai wajar saham-saham emiten komoditas batu bara. "BUMI secara kontras terlihat undervalued dengan potensi instrinsik meningkat pada sisi fundamental dan keunggulan kompetitif operasional," tuturnya.
Manajemen membidik target volume penjualan pada tahun depan meningkat 5%-7% menjadi minimum 90 juta ton dengan kapasitas produksi 100 juta ton. Akhir tahun ini, produksi dan penjualan batu bara ditargetkan dapat mencapai 86 juta ton.
Tahun depan, manajemen BUMI menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$100 juta untuk ekspansi. Alokasi belanja modal yang dirogoh dari kantong internal itu melonjak 200% dari tahun ini senilai US$50 juta.

3. MEDC Terbitkan Obligasi Rp274 Milliar.
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melakukan penerbitan obligasi berkelanjutan II tahap III. Jumlah Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap III yang diterbitkan pada tanggal emisi adalah sebesar Rp 274 miliar yang dibagi dalam 3 seri,
Berdasarkan keterangan manajemen MEDC dalam keterbukaan di bursa efek Senin (19/12), penerbitan obligasi yang terdiri dari tiga seri ini yang pertama adalah saham seri A sebesar Rp 246 miliar dengan tingkat bunga 10,8% per tahun obligasi ini memiliki jangka waktu 3 tahun.
Sementara itu, saham seri B akan dilepas sebesar Rp 5 miliar dengan tingkat bunga 11,3% per tahun dengan jangka waktu 5 tahun. Terakhir, saham seri C sebesar Rp 23 miliar dengan tingkat bunga 11,8% per tahun dengan jangka waktu 7 tahun
Sebelumnya MEDC merencanakan penerbitan obligasi sebesar Rp 1 triliun dengan obligasi Seri A sebesar Rp 101 miliar, obligasi Seri B senilai Rp 4 miliar, obligasi Seri C yang nilainya sebesar Rp 22 miliar dan juga sisa dari jumlah pokok obligasi maksimal sebesar Rp 873 miliar akan dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort). (Kontan)


4. Minyak Bergerak Naik Tembus Level US$52.
JAKARTA. Meski sempat terkoreksi pasca keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan suku bunga acuan, kini harga minyak mentah mulai bergerak naik. Pernyataan positif dari sejumlah negara penghasil minyak yang menegaskan komitmen pemangkasan produksi rupanya membuat pasar cukup optimistis rencana pengurangan akan terwujud mulai tahun depan.
Mengutip Bloomberg, Senin (19/12) pukul 14.34 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Januari tumbuh 0,62% ke level US$ 52,22 per barel. Bahkan di tengah perdagangan harga sempat melampaui level tertingginya di hari Selasa (13/12) yaitu di harga US$ 53,36 per barel. Namun dibandingkan sepekan sebelumnya harga mengalami pelemahan 1,15%.
Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures melihat penguatan ini terjadi karena pasar mulai mengantisipasi pengurangan produksi yang akan dilakukan oleh negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non OPEC.
Meski secara teknis pengurangan baru akan dilakukan mulai Januari 2017 tetapi ekspektasi pasar cukup tinggi terhadap rencana tersebut. “Kuwait sudah menginformasikan ke pembelinya kalau tahun depan mereka akan memangkas produksi,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (19/12).
Ditambah lagi Menteri Energi Rusia, Alexander Novak pada hari Jumat (16/12) mengatakan bahwa semua perusahaan minyak Rusia telah sepakat untuk mengurangi produksi di bawah kesepakatan Moskow dengan para anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries. Negara non OPEC itu berencana untuk mengurangi produksi minyak hingga 300.000 barrel.
Namun meski cukup banyak sentimen positif yang bisa memperkuat harga minyak, tetapi penguatan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Data rig minyak AS yang berproduksi per 16 Desember justru tercatat bertambah 12 buah menjadi 510 buah.
Akibatnya produksi minyak AS pun turut bertambah menjadi 8,8 juta barel per hari pada pertengahan bulan Desember. Ini merupakan jumlah tertinggi sejak bulan Januari lalu.
Selain itu penguatan yang terjadi kemarin (19/12) juga didorong dari pelemahan indeks dollar AS yang turun sekitar 0,23%. Indeks dollar biasanya memang akan mengalami koreksi setelah mencapai level tertingginya.
Menurut Faisyal koreksi semacam itu tidak akan berlangsung lama karena the greenback masih didukung oleh keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga. “Kalau sudah sampai level seperti ini kemungkinan pergerakannya akan konstan,” tutupnya.(Kontan)
                                                    -------------------------------------

DAILY STOCKPICK
20 DESEMBER 2016


SWING TRADE
4-8 MINGGU 



 AALI
Buy: Rp17,000
Take Profit: Rp17,800
Cut Loss: Rp16,675





BJTM
Buy: Rp610-Rp615
Take Profit: Rp650
Cut Loss: Rp595





LPPF
Buy: Rp14,950-Rp15,000
Take Profit: Rp16,500-Rp16,800
Cut Loss: Rp14,000




LPKR
Speculative Buy: Rp700-Rp730
Take Profit: Rp800
Cut Loss: Rp695



  -----------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

TAXI: Rp206
METARp134
TRAM: Rp180
BWPT: Rp276




Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%-3%


!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Stock Market is A Device For Transferring Money The Impatient To The Patient"
-Warren Buffet-

--------------------------------------------------------------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance


 085781739301

Post a Comment

 
Top