IHSG 20 Desember ditutup melemah pada level 5,162 atau turun sebesar 0.57% dari pembukaan. sebanyak 107 saham naik, 210 saham turun dan 99 saham bergerak stagnan dengan total transaksi harian yang cukup besar yaitu sebesar 9.235Trilliun. Investor asing membukukan beli bersih 286.86Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan bergerak mix berpeluang mengalami teknikal rebound dalam range support 5,150 dan resistance 5,200. Tetap disiplin dalam trading serta waspada pada aksi profit taking untuk kondisi market pada hari ini.
------------------------
------------------------
Global
&
&
Commodity Indices
------------------------
HIGHLIGHT NEWS
1. Tingkatkan Likuiditas Saham, PP Property Bakal Stocksplit 1:4
Bisnis.com, JAKARTA -- PT PP Properti Tbk. berencana memecah nilai saham atau stock split guna meningkatkan likuiditas saham perseroan. Indaryanto, Direktur Keuangan PP Properti, mengatakan rasio pemecaha saham yang akan dilakukan perseroan mencapai 1:4. Dia menyebut, kenaikan harga saham perseroan saat ini dinilai terlalu tinggi sehingga harga saham perseroan terlihat mahal.
"Saham kami sudah di Rp1.300-an. Kami stock split agar harganya terlihat murah dan saham pun akan lebih likuid," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (20/12/2016).
Sejak awal tahun, harga saham PPRO memang melesat 621,91% ke level Rp1.250. Bahkan, saham PPRO pernah mencapai level Rp1.465. Akibat lonjakan harga saham, kapitalisasi pasar pun terkerek menjadi Rp18,04 triliun. Padahal, PP Properti baru melantai di Bursa Efek Indonesia pada Mei 2015.
Kapitalisasi pasar PPRO kini menyalip PT Lippo Karawaci Tbk. yang tercatat Rp16,84 triliun. Alhasil, PPRO bertengger di posisi ketiga emiten properti berkapitalisasi pasar paling besar setelah PT Bumi Serpong Damai Tbk. (Rp33,48 triliun), PT Ciputra Development Tbk (Rp20,74 triliun), dan PT Summarecon Agung Tbk. (Rp20,19 triliun).
Indaryanto mengatakan, perseroan bakal mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 Januari 2017 guna meminta restu dari pemegang saham untuk menggelar stock split.
Setelah stock split dilakukan, PPRO akan menerbitkan saham baru lewat skema hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD pada Maret 2017. PPRO mengincar tambahan dana Rp1,5 triliun dari aksi korporasi tersebut.
2. Emas Belum Terlepas Dari Tekanan The Fed Rate.
JAKARTA. Pasca keputusan The Fed untuk mengerek suku bunga acuan, pamor komoditas emas memang terus meredup. Meski di awal pekan kemarin harga sempat kembali naik, tetapi hari ini, Selasa ( 20/12) kembali tertekan. Para analis memperkirakan sampai akhir tahun emas tetap akan diwarnai sentimen negatif.
Mengutip Bloomberg, pukul 15.31 WIB harga emas kontrak pengiriman Februari 2017 di Commodity Exchange melemah 0,74% ke level US$ 1.134,20 per on troi dibanding sehari sebelumnya. Selama sepekan emas sudah tertekan hingga 2,14%.
Deddy Yusuf Siregar, Research and Analyst PT Asia Tradepoin Futures saat ini emas masih belum terlepas dari sentimen The Fed. Rencana kenaikan suku bunga secara bertahap tetap menyebabkan investor menunda perburuan emas.
Padahal saat harga rendah biasanya banyak dimanfaatkan untuk membeli emas sebanyak-banyaknya. “Salah satu sentimen yang menjegal kenaikan harga ya persoalan suku bunga,” ujarnya kepada KONTAN.
Menurutnya sejauh ini masih belum ada sentimen positif yang bisa mengembalikan pamor emas. Walaupun kondisi geopolitik tengah terpuruk, tetapi itu masih belum bisa mengangkat harga. Insiden penembakan Duta BesarRusia di Turki dan aksi kekerasan di Berlin, Jerman pun tak banyak berpengaruh.
“Padahal seharusnya ketika kondisi geopolitik memburuk, investor cenderung berburu emas sebagai safe haven,” imbuhnya.
Sampai penghujung tahun, Deddy melihat tidak ada dukungan fundamental yang bisa mengangkat pamor emas. Kata dia, kalaupun akhirnya terjadi peningkatan, itu hanya merupakan teknikal rebound semata.(Kontan)
3. Alokasi Portfolio, KEPCO Jual Saham BYAN Rp2.7Trilliun.
4. Performa Pasar Obligasi Dalam Negeri Menanjak.
JAKARTA. Terjawab sudah transaksi besar saham BYAN di pasar negosiasi beberapa hari ini. Salah satu pemegang saham BYAN, Korea Electric Power Corp (KEPCO) menyesuaikan kembali portofolionya.
KEPCO menjual saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebanyak 400 juta saham di harga transaksi Rp 6.911 per saham. Penjualan saham itu dilakukan sejak tanggal 13 Desember hingga 16 Desember lalu. Sehingga total nilai transaksi mencapai Rp 2,7 triliun.
PCO yang sebelumnya mengempit 20% saham BYAN per September 2016, kini tinggal memiliki 266,6 juta saham atau 8% kepemilikan. Jenny Quantero, Direktur BYAN menegaskan, KEPCO hanya menjual sahamnya ke anak-anak usahanya.
"Jadi ini alokasi portofolio ke beberapa anak usaha KEPCO. Bukan pelepasan saham," ujar Jenny kepada KONTAN, Selasa (20/12).
KEPCO mulai masuk ke jajaran pemegang saham BYAN pada tahun 2010 silam. Kala itu, KEPCO mengakuisisi 20% saham BYAN melalui dua tahap. Akuisisi tersebut disertai dengan perjanjian yang mewajibkan BYAN memasok (off-take agreement) batubara ke KEPCO.(Kontan)
4. Performa Pasar Obligasi Dalam Negeri Menanjak.
JAKARTA. Performa pasar surat utang dalam negeri menanjak pada perdagangan Selasa (20/12). Merujuk situs Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Selasa (20/12), kinerja pasar obligasi domestik (Indonesia Composite Bond Index) melaju 0,25% dibandingkan hari sebelumnya ke level 208,24.
Maklum, INDOBeX Composite Clean Price naik 0,23% ketimbang hari sebelumnya menjadi 110,16. Sementara INDOBeX Composite Effective Yield mengecil dari semula 8,1% menjadi 8,06%. Penurunan yield mengindikasikan pasar obligasi menguat.
Baik pasar surat utang pemerintah maupun korporasi berhasil menghijau. Lihat saja INDOBeX Government Total Return yang tumbuh 0,27% dibandingkan hari sebelumnya ke level 205,33. Lalu INDOBeX Corporate Total Return yang naik 0,13% ketimbang hari sebelumnya menjadi 220,78.
-------------------------------------
DAILY STOCKPICK
21 DESEMBER 2016
21 DESEMBER 2016
SWING TRADE
4-8 MINGGU
BKSL
Buy: Rp90-Rp92
Take Profit: Rp99-Rp100
Cut Loss: Rp88-Rp89
BUMI
Buy: Rp260-Rp264
Take Profit: Rp310
Cut Loss: Rp248
-----------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BIPI: Rp72
ARTI: Rp57
Buy: Rp90-Rp92
Take Profit: Rp99-Rp100
Cut Loss: Rp88-Rp89
Buy: Rp260-Rp264
Take Profit: Rp310
Cut Loss: Rp248
-----------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BIPI: Rp72
ARTI: Rp57
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%-3%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Stock Market is A Device For Transferring Money The Impatient To The Patient"
-Warren Buffet-
--------------------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301



Post a Comment