IHSG 13 Januari. Dipekan kedua bulan Januari, selama 4 hari perdagangan berturut-turut IHSG bergerak di zona merah. Dengan value transaksi rata-rata yang masih terbilang kecil, Investor lebih memilih wait and see dan terus menunggu sentimen positif  yang dapat mengangkat market. Sebagai penutup pekan ini, berita mengenai pidato Presiden Trump yang cukup mengecewakan bagi pelaku pasar modal tampaknya masih akan menjadi katalis tertekannya IHSG hari ini. Kami prediksikan IHSG akan bergerak mix cenderung melemah dalam range harga 5,725-5,300. 


------------------------

                                                                 
Global
Commodity Indices



------------------------

HIGHLIGHT NEWS

1. Trump Tampil Mengecewakan, Wall Street melemah
NEW YORK. Penampilan Presiden AS terpilih Donald Trump pada konferensi pers pertamanya mengecewakan investor. Kondisi ini yang kemudian tampak pada pergerakan pasar saham AS yang kompak memerah malam tadi (12/1).
Mengutip data CNBC, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,32% menjadi 19.891. Saham Walt Disney menjadi saham dengan penurunan terdalam. Sementara, saham McDonald's menjadi saham dengan kenaikan tertinggi.
Adapun indeks S&P 500 turun 0,21% menjadi 2.270,44. Sektor finansial menjadi sektor dengan kenaikan terbesar di antara tujuh sektor lainnya. Sedangkan sektor dengan performa terbaik adalah sektor telekomunikasi.
Di sisi lain, indeks Nasdaq juga tertekan 0,29% menjadi 5.547,49.
Dalam setiap sembilan saham yang turun, terdapat lima saham yang mendaki di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan tadi malam melibatkan 787,27 juta saham dengan volume transaksi gabungan mencapai 3,414 miliar saham saat penutupan.
"Saya rasa pelaku pasar mulai mengambil langkah moderat dari langkah yang diambil beberapa pekan sebelumnya, dan itu sah-sah saja. Market sebelumnya terdorong oleh banyak sekali kabar baik. Dan saat ini, market membutuhkan penjelasan detil mengenai kebijakan," papar Art Hogan, chief market strategist Wunderlich Securities.
Sementara itu, Craig Erlam, senior market analyst Oanda menilai, konferensi pers pertama Trump pada Rabu lalu bukanlah sesuatu yang ingin didengar investor. "Apalagi dengan adanya pembicaraan mengenai proteksionisme dan lebih banyak menyerang perusahaan, Trump sangat tidak market friendly," papar Erlam.
Trump menyerang industri farmasi, yang pada akhirnya membuat saham-saham kesehatan dan bioteknologi terguncang. Dia juga dinilai gagal dalam memberikan penjelasan detil atas tiga kunci kebijakan politiknya, yakni: reformasi pajak, deregulasi atas sektor tertentu, dan stimulus fiskal.(Kontan: Link)

2. Pabrik Diperluas, ANTM Bidik Produksi Tumbuh 30%.
JAKARTA. Proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) rampung. ANTAM optimistis mampu meningkatkan volume produksi nikel seiring dengan tuntasnya proyek tersebut.
"Volume produksi tahun ini kami targetkan 24.100 ton nikel dalam feronikel (TNi)," ujar Direktur Utama ANTM Tedy Badrujaman dalam keterangan resminya, Kamis (12/1). Angka ini meningkat 30% dibanding target volume produksi tahun lalu, 18.500 TNi. Adapun realisasi volume produksi nikel ANTM sudah mencapai 20.080 TNi pada awal Desember 2016 lalu. Artinya, sudah bisa dipastikan volume tersebut telah melampaui target.
Sementara, target volume penjualan feronikel, ANTAM menargetkan sebesar 24.100 TNi. Tahun lalu, target penjualan feronikel 19.300 TNi. Demikian dengan emas, manajemen juga menargetkan produksi yang lebih tinggi untuk tahun ini. Hanya saja, kenaikannya tidak terlalu signifikan.
ANTAM menargetkan produksi 2.270 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung. Target tersebut kurang dari 1% dibanding target tahun lalu, sebesar 2.256 kg. Jelang penutupan Desember tahun lalu, realisasi produksi emas dari situs Pongkor sebesar 1.437 kg.
Meski cenderung stanan, setidaknya ANTM masih bisa melakukan trading atas komoditas ini. Target volume penjualan emas ANTM tahun 2017 sebesar 11,4 jut ton, tidak terlampau jauh dibanding target tahun lalu. "Melalui ekspektasi peningkatan kinerja operasi ini, kami berkomitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” pungkas Tedy.(Kontan: Link)


3. BEI Cermati Pergerakan Saham MGNA
INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendeteksi kenaikan harga saham PT Magna Finance Tbk (MGNA) dan Waran Seri I PT Magna Finance Tbk (MGNA-W) di luar kebiasaaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Otoritas bursa saham menjelaskan informasi terakhir tentang perseroan yang dipublikasi pada 9 Januari 2017 tentang transaksi material pernjualan aset dan liabilitas perseroan. Selain itu tentang pembelian mayoritas saham PEUI. Terakhir tentang perubahan kegiatan usaha utama perseroan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (12/1/2017).

Pada perdagangan Kamis kemarin, saham MGNA berakhir di Rp141 setelah naik 34,2 persen dari pembukaan di Rp141 per saham. Pada penutupan perdagangan 9 Januari 2017 saham MGNA di Rp58 per sahamn. Pada penutupan 10 Januari saham MGNA di harga Rp78 per saham. Pada penutupan 11 Januari saham PT PGNA di harga Rp105 per saham.

BEI menghimbau untuk para investor harus terus mengamati kinerja perusahaan. Selain itu, memperhatikan jawaban perseroan dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Pemegang saham PT MGNA antara lain Nobhill Capital Corporation (pengendali) (18,00%), PT Neo Invesco (17,55%), PT GMT Investama Mandiri (7,05%), Victoria Investama Tbk (VICO) (7,35%) dan Widjaja Tannady (5,04%). PT MGNA bergerak di bidang lembaga pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Saat ini, Magna Finance menjalankan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan.(Inilah.com: Link)

                                                    -------------------------------------

DAILY STOCKPICK
4 JANUARI 2017


SWING TRADE
4-8 MINGGU 



 DMAS
Buy: Rp220-Rp228
Take Profit: Rp238-Rp242
Cut Loss: Rp210




EXCL
Buy: Rp2,700-Rp2,770
Take Profit: Rp2,600
Cut Loss: Rp3,100


PWON
Buy: Rp585-Rp595
Take Profit: Rp640-Rp645
Cut Loss: Rp560





BEST
Buy: Rp270-Rp276
Take Profit: Rp296-Rp300
Cut Loss: Rp264

  -----------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

ANTM: Rp865
LEADRp147
NIKL: Rp2,800
WOMF: Rp298


Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%-3%


!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Stock Market is A Device For Transferring Money The Impatient To The Patient"
-Warren Buffet-

--------------------------------------------------------------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top