IHSG 24 Januari ditutup menguat pada level 5,292 atau naik sebesar 0.78%. Total transaksi Rp6.67 Trilliun didonminasi dana lokal sebesar 75.70% dari total value market. Asing masih membukukan jual bersih Rp184.18 Milliar. Market masih digerakkan oleh saham-saham third dan second liner dengan Trade, Infrastruktur dan Consumer Goods sebagai sektor yang leading. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan kambali melemah dalam support 5,230 dan resistance 5,350. January Effect belum terlihat, saham-saham big caps masih belum bergerak dan tampaknya para big fund masih wait and see setelah pelantikan President US Donald Trump dan menunggu kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan dijalankan pada masa periodenya. Tetap disiplin dalam trading anda dan selalu sediakan cash dalam segala kondisi. Happy Cuan.
------------------------
------------------------
Global
&
&
Commodity Indices
------------------------
HIGHLIGHT NEWS
1. Harga Batubara Terdongkrak Rencana Trump
JAKARTA. Harga batubara mendapat katalis positif setelah Donald Trump resmi menjabat sebegai Presiden Amerika Serikat. Meski demikian, China masih berpotensi mengendalikan pergerakan harga. Mengutip Bloomberg, Senin (23/1), harga batubara kontrak pengiriman Februari 2017 di ICE Future Exchange naik 0,35% dari hari sebelumnya ke level US$ 83,90 per metrik ton. Dalam sepekan terakhir, harga batubara menanjak 1,3%.
Analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono memaparkan, Donald Trump telah berjanji untuk untuk kembali meningkatkan penggunaan batubara untuk bahan bakar pembangkit di negeri Paman Sam. Janji Trump sebenarnya akan berdampak buruk pada lingkungan. Tetapi sebaliknya, akan berdampak baik bagi ekonomi AS.
Padahal presiden sebelumnya yakni Barrack Obama merencanakan proyek energi alternatif dengan mengurangi batubara dan mendorong pemakaian gas alam. "Lantaran kebijakan Trump, maka angin berhembus kembali ke batubara," kata Wahyu.
Trump pernah menyatakan jika pemanasan global adalah "hoax" yang dilakukan oleh China. Setelah inagurasi pekan lalu, Trump mengumumkan "America First Energy Plan". Dalam rencana itu, Trump disebut akan menghidupkan kembali industri batubara dan menghapus kebijakan yang dinilai berbahaya dan tidak perlu, termasuk program perang terhadap kebijakan iklim Obama.
Meski demikian, pasar masih harus melihat seberapa kuat pengaruh Trump ke prospek harga batubara. Hingga saat ini, Wahyu menilai, China masih menjadi faktor utama yang dapat membuat harga bergerak signifikan. Setiap kenaikan pada harga batubara akan memicu bertambahnya pasokan. Sebab, para produsen memanfaatkan harga tinggi untuk meningkatkan produksi. Tetapi, China memang mengendalikan harga melalui pengaturan pasokan.
China tidak akan membiarkan harga anjlok karena akan merugikan produsen yakni perusahaan tambang. Penurunan harga saham tambang berpotensi menekan ekonomi China. Tetapi di sisi lain, China juga tidak dapat membiarkan harga terus naik karena akan mengancam sektor energi atau listrik yang juga akan berakibat tekanan pada ekonomi dalam negeri.
"Manipulasi China mendukung dari sisi pasokan. Tetapi prospek permintaan masih belum jelas meski efek rencana Trump akan menambah sentimen positif bagi batubara," imbuh Wahyu. Dalam jangka menengah, Wahyu memperkirakan harga batubara akan bergerak di kisaran US$ 70 - US$ 110 per metrik ton.(Kontan: Link)
2. Saham ENRG Juarai Volume Transaksi dan Meroket 22.2% Bagaimana Keuangannya?
Bareksa.com- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juarai volume transaksi pada perdagangan hari ini seiring dengan peningkatan harga sahamnya. Harga saham emiten minyak dan gas terafiliasi Grup Bakrie ini bangkit dari level gocapan meski kinerja keuangannya tidak menunjukkan perbaikan. Hingga penutupan perdagangan 24 Januari 2017, sebanyak 53,7 juta lot saham ENRG telah diperjualbelikan senilai Rp322,3 miliar. Banyaknya transaksi terhadap saham ENRG membuat harga saham ini meroket hingga 22,2 persen menjadi Rp66 saham dari sebelumnya hanya berada di level Rp54.
Dari sisi transaksi terpantau Mirae Asset Securities (YP) menjadi pembeli sekaligus penjual terbesar. YP melakukan pembelian sebanyak 3,8 juta lot saham senilai Rp22,1 miliar, pada harga rata-rata Rp58,4 per saham. Sementara YP juga melepas 5,1 juta lot saham, pada harga rata-rata Rp58,5 per saham senilai Rp28,8 miliar.
Mandiri Sekuritas (CC) juga terpantau sebagai pembeli terbesar berikutnya dengan melakukan pembelian saham sebanyak 2,7 juta lot saham senilai Rp15,6 miliar. Sama seperti YP, CC juga menjual kembali saham ENRG sebanyak 2 juta lot senilai Rp11,7 miliar
Dari sisi laporan keuangan, perusahaan migas ini hingga kuartal III-2016 masih membukukan kerugian Rp609 miliar. Salah satu pendorongnya adalah turunnya penjualan sebesar 18 persen menjadi Rp5 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,8 triliun. Penjualan ke luar negeri adalah yang paling menurun, menurut laporan keuangan, penjualan kepada PT Global Energy Resources hanya sebesar Rp98,9 miliar atau turun hingga 95,2 persen dari sbeelumnya mencapai Rp2,1 triliun.
ENRG pun masih terbebani dengan utang yang membengkak, dan perseroan terpaksa menjual separuh sahamnya di anak usaha EMP Inc untuk melunasi sebagian utangnya. Per September 2016, ENRG mencatat total utang sebesar Rp15,6 triliun, turun dibandingkan Rp18,1 triliun setahun sebelumnya.
Akan tetapi total ekuitas juga menurun menjadi Rp4,99 triliun per September 2016 dari sebelumnya Rp9,5 triliun. Kondisi ini pun menjadikan rasio utang terhadap ekuitas melonjak menjadi 3,14 kali dari sebelumnya 2,67 kali. Artinya, kemampuan perseroan untuk membayar utangnya dengan ekuitasnya semakin menurun.(Bareksa.com: Link)
3. Erick Tohir Mundur Dari VIVA
Bisnis.com, JAKARTA--Erick Thohir secara resmi mengundurkan diri dari
jabatannya sebagai Presiden Komisaris PT Visi Media Asia Tbk., (VIVA).
Dalam
keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/1),
Corporate Secretary VIVA Neil Tobing menyampaikan, perseroan telah menerima
surat pengunduran Erick Thohir dari jabatannya selaku Presiden Komisaris pada
tanggal 19 Januari 2017.
"Selanjutnya, proses persetujuan pengunduran diri tersebut
akan dilaksanakan sesuai dengan anggaran dasar perusahan dan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku," tulisnya dalam surat kepada Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) tersebut.
Namun
demikian, Neil tidak menginformasikan penyebab pengunduran diri Erick dari
jabatannya di VIVA. Berdasarkan
data bloomberg, Erick saat ini memiliki sejumlah jabatan, a.l. sebagai Wakil
Presiden PT Mahaka Media Tbk., Presiden Direktur PT Cakrawala Andalas TV, dan
Presiden FC Internazionale Milano SpA.(Bisnis.com: Link)
-------------------------------------
DAILY STOCKPICK
4 JANUARI 2017
4 JANUARI 2017
SWING TRADE
4-8 MINGGU
ACES
Speculative Buy: Rp755
Take Profit: Rp800-Rp810
Cut Loss: Rp715
ISAT
Buy: Rp6,250
Take Profit: Rp6,600
Cut Loss: Rp6,100
UNTR
Buy: Rp22,800
Take Profit: Rp23,500-Rp23,950
Cut Loss: Rp22,200
RALS
Buy on Breakout: Rp1,270
Take Profit: Rp1,370
Cut Loss: Rp1,240
-----------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BRMS: Rp90-Rp94
DAJK: Rp50
DGIK: Rp80-Rp87
ENRG: Rp60-Rp66
CENT:Rp145-Rp150
Speculative Buy: Rp755
Take Profit: Rp800-Rp810
Cut Loss: Rp715
Buy: Rp6,250
Take Profit: Rp6,600
Cut Loss: Rp6,100
UNTR
Buy: Rp22,800
Take Profit: Rp23,500-Rp23,950
Cut Loss: Rp22,200
RALS
Buy on Breakout: Rp1,270
Take Profit: Rp1,370
Cut Loss: Rp1,240
-----------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BRMS: Rp90-Rp94
DAJK: Rp50
DGIK: Rp80-Rp87
ENRG: Rp60-Rp66
CENT:Rp145-Rp150
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%-3%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Stock Market is A Device For Transferring Money The Impatient To The Patient"
-Warren Buffet-
--------------------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301





Post a Comment