Sempat menguat pada sesi 1, IHSG tertekan aksi profit taking hingga ditutup melemah 0,49% pada level 5,216. Dana asing masih membukukan beli bersih sebesar 494 Milliar sampai dengan penutupan market. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan kembali melemah dengan level resistance 5,242 dan support 5,172.
Berikut saham-saham penggerak IHSG dari berbagai sektor.





Global & Commodities Indices


--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
HIGHLIGHT NEWS
1. Pasar Eropa Menanti Pertemuan ECB.
LONDON. Pasar saham Eropa sedikit berubah dipicu investor yang mengkaji laba perusahaan yang bervariasi dan menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB). Mengutip Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2% pukul 08:16 pagi waktu London. Saham Unilever naik 1,7% setelah tiga bulan pertumbuhan penjualan melampaui estimasi. ABB Ltd naik 1,7% karena produsen jaringan listrik terbesar di dunia tersebut mengatakan China terus berinvestasi dalam proyek-proyek besar dan melaporkan laba yang melampaui proyeksi. Deutsche Lufthansa AG memimpin saham penerbangan lebih rendah, turun 7,2% setelah memangkas proyeksi laba 2016. ECB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di keputusan hari ini, investor akan memperhatikan konferensi pers Gubernur ECB Mario Draghi pukul 14:30 di Frankfurt untuk sebagai tanda pelonggaran kebijakan mengikuti voting U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa. (Kontan)

2. BI Putuskan BI Rate Tetap.
JAKARTA, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 6,50 persen. Suku bunga deposit facility dipertahankan pada posisi 4,50 persen. Adapun suku bunga lending facility dipertahankan pada posisi 7,0 persen dan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate tetap 5,25 persen. Hal ini sejalan dengan rencana reformulasi kebijakan suku bunga yang ditetapkan pada 15 April 2016. "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20 dan 21 Juli 2016 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada posisi 6,50 persen," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/7/2016). Dengan demikian, struktur suku bunga operasi moneter BI adalah, untuk 7 hari sebesar 5,25 persen, 2 minggu 5,45 persen, 1 bulan 5,70 persen, 3 bulan 6,10 persen, 6 bulan 6,30 persen, 9 bulan 6,40 persen, dan 12 bulan sebesar 6,50 persen. Tirta menyatakan, bank sentral memandang stabilitas makroekonomi tetap terjaga. Hal ini tercermin dari inflasi yang terkendali pada kisaran sasaran 4 plus minus 1 persen, defisit transaksi berjalan yang membaik, dan nilai tukar rupiah relatif stabil. (Kompas)
3. Dana Repatriasi Tax Amnesty
JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengusaha menyambut menyambut baik kebijakan pengampunan pajak atau amnesti pajak. Dengan begitu, dana mereka yang parkir di luar negeri bisa segera pulang kampung ke Indonesia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengungkapkan, ada sejumlah sektor yanng diperkiarakan akan kebanjiran dana hasil kebijakan pengampunan pajak.
"Otomatis (dana amnesti pajak) akan masuk ke pasar modal terlebih dahulu," ujar Rosan di Komplek Perkantoran Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Nantinya, kata dia, dana repatriasi amnesti pajak yang masuk ke pasar modal bisa berupa reksa dana, reksa dana penyertaan terbatas atau membeli saham secara langsung.
Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, pemanfaatkan dana repatriasi sangat tergantung dari karakter para wajib pajaknya.
Ia mengatakan, bagi pelaku usaha yang sangat aktif menjalankan usahanya, kemungkinan besar akan menggunakan dananya untuk menambah modal perusahaannya. Namun bagi mereka yang gemar dengan portofolio, pilihanya yakni ke pasar modal.
"Tapi kami menduga justru banyak masuk ke perusahaan karena return (imbal hasil) yang paling tinggikan return yang dikelola sendiri dalam perusahaan sendiri," kata Haryadi.
Selain itu, Kadin dan Apindo juga tidak menutup kemungkinan masuknya dana repatriasi ke sektor riil. Seperti diketahui, potensi dana repatriasi tax amnesty yang masuk diprediksi mencapai Rp 1.000 triliun hingga 1 April 2017.(Kompas)


------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
22 JULI 2016


SWING TRADE
1-4 MINGGU

BBRI
Buy on Weakness: Rp11,250-Rp12,300
Take Profit: Rp11,900
Cut Loss: Rp11,200

  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

BEKS: Rp114
JPFA: Rp1,420

Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%



"Price is What You Pay, Value is What You Get"
-Warren Buffet-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------

 
DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top