Sebelum melakukan aksi buy atau sell, biasanya trader atau investor yang berpengalaman akan melihat kondisi indeks bursa global, bull-kah atau bear-kah? Yang kemudian akan mereka gunakan sebagai salah satu variabel dalam menentukan arah gerak bursa lokal. Ingat ya, hanya salah satu variable, karena banyak sekali variabel yang harus diperhitungkan dalam Market.

Nah, hubungan antar satu indeks dengan indeks lainnya inilah yang disebut intermarket correllation. Sebenarnya dari mana awal mula dan dari mana logika intermarket correllation? Oke dalam artikel kali ini Republik Investor akan membahas sedikit tentang Intermarket Correllation, semoga berguna untuk trading kita kedepanny.

Salah satu dari enam teori yang diungkapkan dalam Dow Theory menyebutkan bahwa "Stock market averages must confirm each other" bahasa gampangnya setiap sektoral harus konfirmasi satu dengan yang lain. Analoginya, sektor infrastruktur ditopang sektor perbankan karena proyek perusahaan sektor infrastruktur banyak ditopang oleh hutang bank, sehingga jika sektor perbankan jatuh, bisa kita prediksi sektor infrastruktur pun kemungkian besar akan jatuh.

So, dari sini lah istilah Intermarket Correllation muncul, satu sektor hampir pasti ditopang oleh sektor yang lain. Satu sektor yang menopang sektor tersebut jatuh, maka sektor yang kita analisa pun kemungkinan besar akan jatuh.

Intermarket Correllation ttidak melulu membahas hubungan antar sektor yang berbeda. Hubungan antara satu saham dengan saham lain bisa dari sudut pandang lain dan bukan hanya dari korelasi sektor. Pemilik modal atau induk usaha pun bisa dijadikan hubungan korelasi antar saham. Misal, BHIT BMTR BCAP KPIG dan IATA merupakan saham-saham dari MNC Group.

Lalu bagaimana dengan IHSG? Kemana korelasi terbesar market kita ini??

Oke..oke, klo kita bahas tentang korelasi, hubungannya ke ilmu statisktik. Untungnya, salah satu tim Republik Investor cukup handal dalam statistik dan sudah menghitung korelasi IHSG dengan beberapa indeks global serta beberapa indeks komoditas.



Dari gambar diatas kita bisa lihat, lima indeks yang memiliki korelasi paling kuat secara berurut yaitu:  Nasdaq dengan tingkat korelasi 0.87,  Gold dengan tingkat korelasi 0.85, Russel dengan tingkat korelasi 0.86, DJI dengan tingakt korelasi 0.84 dan Hangseng dengan tingkat korelasi 0.80. Semakin mendekati angka 1 maka pergerakan indeks akan semakin berkorelasi.

Well, stupidly speaking, klo kita mau memprediksi kemana arah IHSG dalam satu hari, lihat kelima indeks ini kondisinya. Kalau semua Bull, secara statistik peluang IHSG untuk ikut bull pun juga besar.

Sekarang, yuk kita aplikasikan pengetahuan Intermarket Correllation ini ke pasar sebenarnya. Mau kemana IHSG tanggal 18 Juli besok? bisa dilihat disini.


Post a Comment

 
Top