Sentimen reshuffle kabinet Presiden Jokowi dengan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan memacu  IHSG sehingga menguat 0.96% dan ditutup pada level 5,274 Rabu 27 Juli kemarin. Asing kembali melakukan net buy sebesar 617.30 Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan kembali menguat  menguji level resistance 5,300 dengan support 5,242.
Berikut saham-saham penggerak IHSG dari berbagai sektor.





Global & Commodities Indices


--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. Tax Amnesty Bukan Target Utama Sri Mulyani. 
JAKARTA. Sri Mulyani Indrawati akhirnya kembali menjadi Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Enam tahun lalu, ia digeser dari jabatan Menkeu digantikan Agus Martowardojo. Kini, Ia kembali ditengah kondisi perekonomian yang lebih sulit. Ketika kondisi ekonomi global sedang dalam kondisi yang lebih buruk, harga komoditas rendah dan pelambatan ekonomi terjadi di sejumlah negara besar. Kondisi ekonomi dalam negeri juga tidak terlalu baik. Risiko fiskal yang mengancam, terutama adanya potensi penerimaan negara yang tidak akan mencapai target. Di sisi lain, pemerintah mendorong belanja infrastruktur yang lebih besar. Sejauh ini, jalan keluar yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi risiko dari dalam adalah dengan mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak, alias tax amnesty. Namun, bagi Sri Mulyani tax amnesty bukanlah satu-satunya jalan keluar dari msalah fiskal. Ia tidak ingin menjadikan pengampunan sebagai tujuan utama Kementerian Keuangan.
"Tax amnesty akan menjadi bagian dari seluruh kebijakan fiskal yang ada," kata Sri Mulyani, Rabu (27/7) di Jakarta.
Wanita yang sempat terkait dengan kasus Bank Century ini juga mengaku akan mempelajari berbagai rencana dan kebijakan fiskal yang sudah dikeluarkan. Termasuk kesepakatan yang sudah dibuat pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat terkait berbagai hal, seperti tax amnesty dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam waktu dekat, Ia memilih akan lebih banyak berdiskusi dengan pejabat eselon I di Kementerian Keuangan untuk melihat kondisi yang sebenanrnya yang tengah dihadapi. Termasuk terkait anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L).
2. BKPM Yakin Realisasi Investasi H1 Melewati Target. 
JAKARTA. Realisasi investasi semester I tahun 2016 diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Bahkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yakin realisasi nilai investasi akan lebih dari separuh target tahun ini. BKPM sejatinya mengumumkan realisasi investasi enam bulan pertama tahun ini, tadi sore, Selasa (27/7). Namun, acara ini batal lantaran Presiden Joko Widodo menggeser Franky Sibarani dari kursi Kepala BKPM, untuk digantikan Mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong. Sekadar informasi, tahun lalu, realisasi investasi selama semester I-2015 mencapai Rp 259,7 triliun. Angka tersebut sudah 50% dari total target investasi tahun itu.
Tahun ini, BKPM menargetkan realisasi investais Rp 594,8 triliun. "Hingga semester pertama sudah lebih dari setengahnya," kata Deputi Pengendalian Investasi BKPM Azhar Lubis, Rabu (27/7) di Jakarta.(Kontan) 
3. Yellen Said The Fed Will be Less Predictable.
The Federal Reserve chair told the Senate Banking Committee on Tuesday the central bank is in no hurry to raise interest rates. Yellen once again stressed the word "patience." On Wednesday, she appears before the House of Representatives' Financial Services Committee. Yellen talked about a solid and improving economy but also about disappointing labor force participation and anemic wage growth. She said it would be several months before the Fed would boost rates. Stocks soared on the news with both the S&P 500 and Dow closing atrecord highs. The Nasdaq also saw healthy gains and is now less than 1% away from the 5,000 milestone.
But The Wall Street Journal's Pedro da Costa called Yellen’s testimony "hawkish" because, he says, Yellen “seemed fairly willing to leave the idea of a June interest rate hike on the table which many in the market had not been expecting. “In a sense, the market’s reaction is surprising,” da Costa told Yahoo Finance in the accompanying video. “Market reactions are often erratic. They can turn around quickly,” he said. While the Fed clearly wants to see more improvement in the economy and signs of higher inflation, Yellen did give a sort of road map to an initial rate hike and any hike that follows. That means a move away from forward guidance. The Fed will now look at data each meeting and decide from there what to do with interest rates. The Federal Reserve has not raised rates since 2006.



------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
28 JULI 2016


SWING TRADE
1-4 MINGGU




WIKA
Buy: Rp3,030-Rp3,050
Take Profit: Rp3,250-Rp3,270
Cut Loss: RpRp3,020




  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

SMBR: Rp855-Rp860
TINS: Rp820-Rp835
PTPP: Rp3,990-4000

Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%

!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"Never Stop Investing, Never Stop Improving, Never Stop Doing Something New"
-Bob Parsons-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top