IHSG 19 September kembali mengalami penguatan 1.026% dan ditutup pada level 5,321 dengan total transaksi dalam satu hari perdagangan sebesar Rp5.6 Milliar. Asing membukukan jual bersih sebesar Rp97.4 Milliar. Sebanyak 194 saham menguat, 120 saham melemah dan 76 saham stagnan. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan berkonsolidasi cenderung untuk menguat tipis pada area level resistance 5,371 dan level support 5,267.
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG 







Global & Commodity Indices




--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. Ada Kebocoran Ekspor Timah RI 1500 Ton per Tahun.

JAKARTA. Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) menduga, ada kebocoran ekspor timah domestik sebesar 1.000 ton hingga 1.500 ton setiap tahun. Jabin Sufianto, Ketua Umum AETI mengakui, pihaknya belum memiliki data akurat jalur gelap ekspor timah di Indonesia. Namun, kecurigaan tersebut bersumber dari data ekspor domestik yang belum sesuai dengan data impor milik negara lain.

Misalnya Malaysia yang menyebutkan bahwa mereka masih menerima pasokan pasir timah dari Indonesia. Pada tahun 2015, China juga merilis data impor pasir timah dari Indonesia sebesar 19,5 ton. Padahal sejak tahun 2007, ekspor jenis pasir timah sudah dilarang.

Oleh karena itu, Jabin menyarankan pemerintah untuk merevisi peraturan ekspor mineral. "Sayangnya hanya diatur dagangnya melalui ICDX. Tapi tidak dicek apakah pengiriman apakah sesuai dengan nilai ekspor yang tercantum," jelasnya. Jabin juga merekomendasikan pemerintah untuk mengatur perdagangan produk turunan timah, bukan hanya jenis pasir timah.

Menurut Jabin, Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini. Semisal pelarangan penggunaan alat berat dalam menambang. Serta pembatasan tambang maksimal 25 meter.

"Sekarang cadangan itu sudah lebih dalam dari 25 meter. Kalau pelarangan menggunakan alat berat, bisa bahaya dan mau kapan sampai lokasi cadangan mineral," terangnya. Sebagian cadangan timah kini juga tidak terletak di daerah aliran sungai lagi.(Kontan)

2. Bursa AS Naik Ditengah Spekulasi The Fed. 
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) naik sejalan kenaikan harga komoditas dan data ekonomi yang beragam yang akan mendorong The Fed pertahankan suku bunganya. Mengutip Bloomberg, Senin (19/9) indeks S&P 500 naik 0,4 % menjadi 2.147,44 pada pukul 09:33 pagi waktu New York. Penguatan ini di tengah rebound pasar global ditopang pemulihan harga minyak.

Kully Samra, client manager at Charles Schwab Corp menyebutkan tampilan data ekonomi AS yang lemah merupakan berita buruk tetapi juga menjadi berita baik. “Sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga pada September ini akan berkurang dan akan mendorong sampai Desember,” ujarnya.

Volatilitas telah muncul kembali karena bank sentral mengisyaratkan bahwa mereka memikirkan kembali pendekatan untuk stimulus moneter. S&P 500 naik 0,5 % dalam lima hari hingga Jumat lalu, memantul setelah pekan terburuk sejak Februari.(Kontan)

3.Libya Memanas, Harga Minyak Akan Terus Naik

JAKARTA. Konflik di Libya jadi pendongkrak utama lambungan harga minyak mentah WTI. Ditambah dengan sentimen positif dari anggota OPEC dan non OPEC pada pertemuan yang akan dilaksanakan akhir bulan nanti, analis menduga kenaikan harga minyak WTI ini masih bisa bertahan jangka pendek.

Mengutip Bloomberg, Senin (19/9) pukul 15.30 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Oktober 2016 di New York Mercantile Exchange melesat 1,65% di US$ 43,74 per barel dibanding hari sebelumnya

Nanang Wahyudin, Analis PT Finex Berjangka mengatakan saat ini sorotan utama tertuju pada Libya. Dengan cakupan wilayah konflik yang meluas memang akhirnya pasar semakin cemas akan terganggunya distribusi pasokan minyak di sana. Pada Minggu (18/9) kemarin terjadi bentrok antara Petroleum Facilities Guard Unit dengan tentara militan di bawah pasukan Khalifa Haftar. Efeknya pasokan minyak yang sedang dimuat gagal didistribusikan.

"Kisruh terjadi di pelabuhan Ras Lanuf, salah satu pelabuhan terbesar di Libya untuk pengiriman ekspor minyaknya," terang Nanang. Direncanakan kapal Seadelta yang tertahan akibat kekacauan itu akan mengekspor 781.000 barel minyak mentah ke Italia. Dengan keadaan ini maka ada pasokan yang tertahan sehingga bisa memberikan dorongan positif bagi harga jual minyak WTI.

Selain itu menurut Nanang penurunan harga minyak yang signifikan memicu pasar untuk mengambil langkah bargain hunting. "Kemarin sempat mendekati level US$ 42,00 per barel, pasar memilih untuk ambil untung dulu karena posisi terlampau menukik," tutur Nanang. Harga pun sedang menyesuaikan posisi.

Nanang menduga kans harga minyak WTI untuk naik lagi masih terbuka. Apalagi kini pasar tengah was was menanti hasil FOMC, memberi ruang bagi harga komoditas untuk naik sesaat. Walau memang rentang kenaikan akan semakin menyempit.

"Kenaikan akan mengejar level US$ 45 per barel, jika mampu naik ke level tersebut maka tren bullish lebih terjaga," tebak Nanang. Nantinya jika The Fed gagal menaikkan suku bunga bulan ini, harga minyak WTI akan naik lagi hingga nanti mendekati pertemuan OPEC.(Kontan)

4. Usai IPO Aneka Gas Bidik Pendapatan Naik 20%.

JAKARTA. PT Aneka Gas Industri Tbk memulai masa penawaran saham IPO sejak Senin, 19 September hingga 22 September mendatang. Perseroan menetapkan harga perdana sebesar Rp 1.100 per saham. Harga saham itu berada di rentang tengah dari harga penawaran IPO Rp 1.000 - Rp 1.290 per saham.

Wakil Presiden Direktur Aneka Gas Rachmat Harsono mengatakan, dari hasil IPO ini, perseroan akan mendapatkan dana segar sekitar Rp 843,3 miliar dari pelepasan 25% saham baru atau setara 766,6 juta saham ke publik.

"Minatnya cukup bagus. Di hari pertama penawaran sudah banyak yang antre," ujarnya di Jakarta, Senin (19/9). Sebelumnya, perseroan sudah menawarkan saham di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong. Sayang, Rachmat masih enggan menuturkan porsi investor asing dan lokal yang menyerap saham ini.

"Masih belum selesai dihitung, yang jelas ada kelebihan permintaan juga," imbuhnya. Aneka Gas sudah menunjuk tiga penjamin emisi yakni PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Securities Indonesia.

Rachmat mengatakan, sebesar 40% dari dana IPO ini digunakan untuk belanja modal penambahan gas plant atau filling station dan peremajaan pabrik. Lalu, sebesar 40% digunakan untuk membayar sebagian utangnya dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak.

Setelah melakukan ekspansi ini, Aneka Gas menargetkan bisa meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 20% pada tahun ini. Sebagai informasi, pada tahun lalu, Aneka Gas mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1 triliun. Lalu, laba bersih tercatat sebesar Rp 48 miliar. Hingga pertengahan tahun 2016 ini, perseroan mencetak pendapatan Rp 815 miliar, naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(Kontan)




------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
20 SEPTEMBER 2016


SWING TRADE
4-8 MINGGU 



 BEST
Buy: Rp300-Rp310
Take Profit: Rp358-Rp360
Cut Loss: Rp298




 INCO
Speculative Buy: Rp2,600-Rp2,660
Take Profit: Rp3,000
Cut Loss: Rp2,520


 JSMR
Buy Range: Rp4,800-Rp4,830
Take Profit: Rp5,275-Rp5,325
Cut Loss: Rp4,540

  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

PWON: Rp645
LPKRRp1,065
INDS: Rp930
ELSA: Rp454





Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%

!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top