Sempat bergerak di zona merah, IHSG ditutup menguat 0.28% pada level 5,372 dengan total transaksi sebesar 8 Triliun dan asing membukukan beli bersih sebesar Rp155.21 Milliar pada penutupan market, Selasa 6 September 2016. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan kembali menguat tipis pada area level resistance 5,438 dan level support 5,320.
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG
Global & Commodity Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG
Global & Commodity Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
HIGHLIGHT NEWS
1. Delapan Bulan, Harga Gas Alam Naik 13%.
JAKARTA. Perkara pasokan masih terus jadi katalis yang menjegal pergerakan harga gas alam meski selama delapan bulan di 2016, harga tetap dulang kenaikan. Mengutip Bloomberg, Selasa (6/9) pukul 17.30 WIB harga gas alam kontrak pengiriman Oktober 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 1,18% di level US$ 2,76 per mmbtu dibanding hari sebelumnya.
Sepanjang Agustus 2016 pun harga gas alam merosot 1,03%. Namun, jika melihat sepanjang delapan bulan pertama tahun 2016, harga gas alam masih cetak kenaikan sebanyak 13,38%. Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengungkapkan tekanan bagi harga gas alam sepanjang Agustus 2016 terjadi karena stok yang tinggi. Tercatat hingga awal September 2016 stok gas alam AS mencapai 3,401 triliun kaki kubik atau lebih tinggi 9% di atas rata-rata stok AS lima tahun terakhir.
"Artinya kan pasar melihat cuaca panas pun gagal mengangkat permintaan yang bisa membuat terserapnya pasokan yang ada," jelas Ibrahim. Selain juga tidak bisa dipungkiri, harga komoditas termasuk gas alam tertekan akibat penguatan USD imbas dari optimisme pasar memandang peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Tekanan bagi harga gas alam masih besar paling tidak menurut Ibrahim hingga Oktober 2016 mendatang. "Karena kan sudah masuk musim gugur sehingga nyaris permintaan akan kembali mengering," tambah Ibrahim. Bahkan bukan tidak mungkin tekanan akan semakin besar mengingat pasokan AS yang belum terindikasi akan mengempis.
Hanya saja pelemahan harga gas alam yang diprediksi akan berlanjut hingga tengah kuartal empat ini tidak akan membawa harga sentuh level terendahnya lagi. Sebagai informasi pada 3 Maret 2016 lalu harga gas alam sempat terpuruk di US$ 2,08 per mmbtu yang merupakan level terendahnya sejak 2008 silam. "Saat itu musim dingin sudah berakhir dan memasuki musim semi, stok akhir Maret 2016 bahkan diduga naik ke 2,5 triliun kaki kubik," papar Ibrahim.
Nantinya jika pun stok tidak kunjung mengempis dan musim dingin di Desember 2016 gagal menggenjot permintaan gas alam, harga hanya akan koreksi terbatas. Ini juga dengan mempertimbangkan peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali di tahun 2016 ini.
Sebaliknya jika yang terjadi adalah skenario positif, harga gas alam akhir tahun 2016 menurut perkiraan Ibrahim bisa naik lagi. Dukungan itu bisa datang dari laporan ENN Energy Holdings Ltd, salah satu perusahaan energi terbesar di China, yang memproyeksi sepanjang tahun 2016 ini penjualannya akan naik 15% atau setara 2 miliar kaki kubik naik dari tahun 2015 sebesar 1,2 miliar kaki kubik.(Kontan)
2. Right Issue, KRAS Bidik Dana Rp1,87 Trilliun.
3. Margin Membaik, Laba SMBR Melompat.
JAKARTA. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan segera menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue. Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menerbitkan 4,9 miliar saham baru dengan nominal Rp 500 per saham.
KRAS belum menentukan harga saham baru tersebut maupun rasionya. Namun, estimasi dana yang akan diperoleh perseroan berkisar Rp 1,87 triliun. Dalam prospektus resmi yang terbit Selasa (6/9), KRAS menargetkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Oktober 2016 mendatang.
Jumlah penawaran saham itu terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun dan dana yang ditargetkan dari investor publik sebesar Rp 375 miliar. Jika pemegang saham minoritas yang tak mengambil haknya akan ada resiko dilusi maksimal sebesar 24,04%.
KRAS akan menggunakan 66% dana rights issue untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill 2. Sementara itu, sebesar 34% dari dana rights issue akan digunakan sebagai ekuitas untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1x150 Mega Watt (MW).
Sukandar, Direktur Utama KRAS sebelumnya mengatakan, PLTU itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2019. Nilai investasinya mencapai Rp 2,3 triliun.Rencananya, periode perdagangan HMETD akan dimulai pada 24-28 Oktober 2016, dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Oktober mendatang.(Kontan)
3. Margin Membaik, Laba SMBR Melompat.
JAKARTA. Kemampuan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) untuk mencetak laba terus membaik. Kenaikan terlihat sejak periode kuartal II tahun ini. Dari sisi margin kotor, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (qoq), SMBR mencatat kenaikan margin kotor 8% menjadi 33,4%. Lalu, margin laba operasinya naik menjadi 25% dari sebelumnya hanya 14%.
Sementara, margin laba bersihnya mengalami kenaikan cukup siginifikan, sebesar 11,4% menjadi 20,9% dari sebelumnya 9,5%. Level baru margin ini bisa dicapai setelah sepanjang kuartal II lalu SMBR mencatat kenaikan pendapatan 19,2% (qoq) menjadi Rp 355 miliar dengan posisi laba bersih Rp 74 miliar, lompat 162% (qoq).
"Khususnya untuk margin kotor, ini karena fixed cost per ton semen mengalami penurunan," ujar Corporate Secretary Zulfikri Subli kepada KONTAN, Selasa (6/9).
Turunnya fixed cost juga diikuti dengan kenaikan produksi terak semen (campuran sejumlah bahan baku untuk memproduksi semen) sebesar 40% dibanding kuartal I. Ditambah lagi dengan produksi semen SMBR yang naik 20% dibanding kuartal I sehingga kenaikan margin makin optimal.
Sayang, Zulfikri masih enggan merinci gambaran efisiensi per Agustus dan untuk beberapa waktu kedepan, khususnya setelah proyek pabrik Baturaja II selesai. "Yang pasti, tingkat marginnya akan lebih baik lagi," imbuhnya.
Analis NH Korindo Securities Raphon Prima dalam risetnya menjelaskan, jika SMBR mampu menjaga level efisiensinya seperti saat ini, setidaknya perseroan mampu mencatat margin kotor sebesar 36,4% hingga kuartal III nanti.Sementara, margin laba bersihnya diperkirakan sebesar 24,5%.
"Margin SMBR kembali pada level dengan kenaikan yang signifikan setelah beberapa waktu sebelumnya berada pada posisi terendah," tulis Raphon. Level margin terendah SMBR terjadi pada periode awal 2014 dimana saat itu SMBR mencatat margin kotor sebesar 18%.
Ia menambahkan, pabrik Baturaja II nanti juga bukan hanya akan membantu SMBR dari sisi margin saja. "Tapi juga membantu SMBR untuk meningkatkan pangsa pasarnya," pungkas Raphon.(Kontan)
4. IPO, Prodia Akan Lepas 20% Saham.
JAKARTA. PT Prodia Widyahusada (Prodia) berencana melakukan penawaran saham perdana alias intial public offering (IPO) pada akhir tahun ini dengan melepas 20% saham. Perseroan menggunakan laporan keuangan Juni 2016 sebagai dasar valuasi. “Rencananya, Desember 2016, Prodia sudah listing,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Hamdi Hassyarbaini usai mini expose Prodia di Gedung BEI, Jakarta. Selasa (6/9).
Hamdi mengatakan, dana yang diperoleh Prodia dari IPO akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Adapun, aset yang dimilki oleh Prodia mencapai Rp 600 miliar. Perusahaan menunjuk Indopremier Securities sebagai pelaksana efek. Meski demikian, lantaran Prodia melakukan global offering, maka ada underwriter asing lainnya yakni Citigroup dan Credit Suisse. Ketiganya akan mengelola kesepakatan dan pendaftaran di bursa saham Indonesia pada akhir tahun ini.
Endang W. Hoyaranda Presiden Direktur Prodia Group mengatakan, keputusan Prodia untuk melakukan IPO adalah untuk menjaga sustainability perseroan setelah hampir 50 tahun menjalankan usaha di bidang operator klinik kesehatan.
“Bisnis kami sudah cukup lama berada di antara masyarakat sehingga kami harus go public agar tetap bertahan. Kekuatannya adanya sekarang, jadi momennya sudah pas,” kata Endang.
Asal tahu saja, jumlah cabang Prodia telah mencapai 120 cabang yang diimliki dan dikelola sendiri. Sedangkan jumlah pasien Prodia setiap tahun mencapai lebih dari 1 juta orang.
------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
DAILY STOCKPICK
7 SEPTEMBER 2016
7 SEPTEMBER 2016
SWING TRADE
4-8 MINGGU
JSMR
Buy: Rp4,780
Take Profit: Rp5,050-Rp5,100
Cut Loss: Rp4,720
LPKR
Speculative Buy: Rp1,045-Rp1,050
Take Profit: RpRp1,140
Cut Loss: Rp1,020
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
MCOR: Rp180
MNCN: Rp2,090
NIKL: Rp610
Buy: Rp4,780
Take Profit: Rp5,050-Rp5,100
Cut Loss: Rp4,720
Speculative Buy: Rp1,045-Rp1,050
Take Profit: RpRp1,140
Cut Loss: Rp1,020
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
MCOR: Rp180
MNCN: Rp2,090
NIKL: Rp610
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301
Post a Comment