IHSG 11 Oktober
bergerak mix hingga akhirnya menguat 0.39% dan ditutup pada level 5,381. Total transaksi dalam satu hari perdagangan Rp6.96 Trilliun dengan asing membukukan jual bersih sebesar 207.4 Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan kembali bergerak mix
cenderung unuk kembali melemah pada area resistance 5,400 dan support 5,345. Tetap
disiplin dalam trading serta waspada pada aksi profit taking untuk
kondisi market pada hari ini. Dan berikut sektor dan saham penggerak
IHSG kemarin.
Global & Commodity Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Global & Commodity Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
HIGHLIGHT NEWS
1. Bursa AS Terpeleset Dipicu Spekulasi The Fed Rate.
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir mengawali perdagangan, Selasa (11/10). Di tengah perkembangan spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya tahun ini. Sentimen negatif juga datang dari laporan laba Alcoa Inc yang mengecewakan.
Mengutip Bloomberg, indeks S & P 500 turun 0,3 % ke level 2.157,54 pada pukul 09:33 pagi waktu New York, setelah menghentikan kenaikan ketiga dalam empat harinya pada hari Senin. Indeks Nasdaq 100 turun 0,2 % pasca menyentuh level rekor tertinggi terbaru untuk ke-13 kali tahun ini dan yang terbesar sejak melambungnya sektor teknologi.
Saham Alcoa kehilangan 6,9 % setelah melaporkan laba dan penjualan yang meleset dari perkiraan analis. Produsen aluminium ini akan terpecah menjadi dua perusahaan bulan depan.
Sedangkan, saham Apple Inc bertambah 2 % dan bersiap untuk memperpanjang kenaikan beruntun terpanjang dalam dua bulan setelah Samsung Elektronik Co mengakhiri produksi dari smartphone bermasalah mereka yang seharusnya bersaing dengan iPhone.
Di sisi lain, pelaku pasar meningkatkan peluang untuk kenaikan Desember menjadi 68 %, dari 64 % pada hari Jumat dan sekitar 50 % pada dua pekan yang lalu seiring data mengisyaratkan ekonomi AS cukup kuat untuk mengatasi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Gubernur Fed Chicago Charles Evens kepada wartawan di Sydney mengatakan kenaikan Desember "bisa dilakukan," setelah berdebat dalam pidato untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai inflasi inti bergerak lebih tinggi.(Kontan)
2. BEI Cermati Saham BRAM dan TRAM.
JAKARTA. PT PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati perkembangan pola transaksi dua saham, yakni PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) dan PT Trada Maritime Tbk (TRAM) karena bergerak diluar kebiasaan atau "unusual market activity" (UMA). "Kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham itu," kata Kepala Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/10).
NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir mengawali perdagangan, Selasa (11/10). Di tengah perkembangan spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya tahun ini. Sentimen negatif juga datang dari laporan laba Alcoa Inc yang mengecewakan.
Mengutip Bloomberg, indeks S & P 500 turun 0,3 % ke level 2.157,54 pada pukul 09:33 pagi waktu New York, setelah menghentikan kenaikan ketiga dalam empat harinya pada hari Senin. Indeks Nasdaq 100 turun 0,2 % pasca menyentuh level rekor tertinggi terbaru untuk ke-13 kali tahun ini dan yang terbesar sejak melambungnya sektor teknologi.
Saham Alcoa kehilangan 6,9 % setelah melaporkan laba dan penjualan yang meleset dari perkiraan analis. Produsen aluminium ini akan terpecah menjadi dua perusahaan bulan depan.
Sedangkan, saham Apple Inc bertambah 2 % dan bersiap untuk memperpanjang kenaikan beruntun terpanjang dalam dua bulan setelah Samsung Elektronik Co mengakhiri produksi dari smartphone bermasalah mereka yang seharusnya bersaing dengan iPhone.
Di sisi lain, pelaku pasar meningkatkan peluang untuk kenaikan Desember menjadi 68 %, dari 64 % pada hari Jumat dan sekitar 50 % pada dua pekan yang lalu seiring data mengisyaratkan ekonomi AS cukup kuat untuk mengatasi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Gubernur Fed Chicago Charles Evens kepada wartawan di Sydney mengatakan kenaikan Desember "bisa dilakukan," setelah berdebat dalam pidato untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai inflasi inti bergerak lebih tinggi.(Kontan)
2. BEI Cermati Saham BRAM dan TRAM.
JAKARTA. PT PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati perkembangan pola transaksi dua saham, yakni PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) dan PT Trada Maritime Tbk (TRAM) karena bergerak diluar kebiasaan atau "unusual market activity" (UMA). "Kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham itu," kata Kepala Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (11/10).
Ia mengemukakan bahwa informasi terakhir yang disampaikan Indo Kordsa
Tbk adalah mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek/perubahan
struktur pemegang saham. Sementara yang disampaikan oleh Trada Maritime Tbk yakni pada 7 Oktober 2016 mengenai volatilitas transaksi efek.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BRAM dan TRAM itu, BEI mengharapkan investor untuk memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, dan mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.
Selain itu, investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Dan, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. "Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," katanya.(Kontan)
.
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BRAM dan TRAM itu, BEI mengharapkan investor untuk memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, dan mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.
Selain itu, investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Dan, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. "Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," katanya.(Kontan)
.
3.Rusia Siap Gabung OPEC Pangkas Produksi Minyak.
JAKARTA. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bersedia untuk bergabung bersama OPEC dalam rangka memangkas output produksi minyaknya agar kondisi kelebihan pasokan ini bisa segera berakhir dan dapat menguatkan kembali harga minyak.
Seperti dilansir Bloomberg, pada pekan ini menteri-menteri dari beberapa negara produsen minyak terbesar di dunia sedang berkumpul di Turki membahas cara untuk keluar dari kelebihan pasokan minyak yang telah berlangsung selama dua tahun. Bulan lalu, negara-negara anggota OPEC bahkan sudah menyepakati pemangkasan produksinya dalam sebuah pertemuan informal di Aljazair.
"Rusia siap untuk ikut melaksanakan usaha pemangkasan produksi dan mendesak negara-negara pengekspor minyak lain untuk melakukan hal yang sama," ujar Putin hari Senin (10/10) kemarin pada Kongres Energi Dunia di Istanbul, Turki sebagaimana diberitakan Bloomberg.
Putin mengatakan, dia berharap OPEC akan benar-benar meneken perjanjian pemotongan produksi tersebut pada bulan November di pertemuan resmi mereka agar harga minyak bisa kembali membaik.(Kontan)
------------------------------------------------------------------------------------
JAKARTA. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bersedia untuk bergabung bersama OPEC dalam rangka memangkas output produksi minyaknya agar kondisi kelebihan pasokan ini bisa segera berakhir dan dapat menguatkan kembali harga minyak.
Seperti dilansir Bloomberg, pada pekan ini menteri-menteri dari beberapa negara produsen minyak terbesar di dunia sedang berkumpul di Turki membahas cara untuk keluar dari kelebihan pasokan minyak yang telah berlangsung selama dua tahun. Bulan lalu, negara-negara anggota OPEC bahkan sudah menyepakati pemangkasan produksinya dalam sebuah pertemuan informal di Aljazair.
"Rusia siap untuk ikut melaksanakan usaha pemangkasan produksi dan mendesak negara-negara pengekspor minyak lain untuk melakukan hal yang sama," ujar Putin hari Senin (10/10) kemarin pada Kongres Energi Dunia di Istanbul, Turki sebagaimana diberitakan Bloomberg.
Putin mengatakan, dia berharap OPEC akan benar-benar meneken perjanjian pemotongan produksi tersebut pada bulan November di pertemuan resmi mereka agar harga minyak bisa kembali membaik.(Kontan)
------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
DAILY STOCKPICK
12 OKTOBER 2016
12 OKTOBER 2016
SWING TRADE
4-8 MINGGU
INCO
Buy: Rp2,720
Take Profit: Rp2,960
Cut Loss: Rp2,640
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BJTM: Rp550
PSAB: Rp328
Buy: Rp2,720
Take Profit: Rp2,960
Cut Loss: Rp2,640
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
BJTM: Rp550
PSAB: Rp328
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala
keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan
keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan
investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301


Post a Comment