IHSG 18 Oktober kembali mengalami kenaikan dengan penguatan sebesar 0.36% dan ditutup pada level 5,430. Sebanyak 148 saham bullish, 141 saham bearish dan 105 saham stagnan. Total transaksi dalam satu hari perdagangan mencapai Rp9.20 Trilliun dengan asing membukukan beli bersih Rp101.6 Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan menguat terbatas pada area resistance 5,472 dan support 5,345. Tetap disiplin dalam trading serta waspada pada aksi profit taking untuk kondisi market pada hari ini.




Global & Commodity Indices




--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. Harga Tembaga Masih Sulit Bangkit.
 JAKARTA. Pekan ini, penurunan harga tembaga diprediksi akan kembali berulang. Bahkan sampai akhir tahun ini, analis memprediksi, harga tembaga belum akan pulih. Mengutip Bloomberg, Senin (17/10), harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange berada di level US$ 4.675 per metrik ton, tidak bergerak dari penutupan hari sebelumnya. Namun, apabila dibandingkan dengan hari yang sama sepekan sebelumnya, harga tembaga terkoreksi  sebanyak 3,58%.

Andri Hardianto, Research and Analyst PT Asia Tradepoint Futures menilai, koreksi harga tembaga dipicu tiga faktor. Pertama, sentimen dollar Amerika Serikat (AS) yang masih positif. "Indeks dollar AS yang menguat menyebabkan harga komoditas logam industri semakin tertekan," kata dia.

Memang setelah pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada pekan lalu, indeks dollar AS sempat menguat. Dalam pidatonya di Boston, Gubernur Teh Fed Janet Yellen mengatakan mungkin The Fed perlu mengambil langkah-langkah agresif untuk menyelamatkan ekonomi AS. Komentar ini direspons baik oleh pelaku pasar dan terbukti mampu menguatkan indeks dollar AS.

Kedua, adanya data yang mixed dari China pada pekan lalu. "Meskipun neraca perdagangan China pada bulan September surplus, tapi angkanya menurun dari bulan sebelumnya," terang Andri.

Ketiga, adanya rilis dari International Copper Study Group yang mengatakan, produksi tembaga di dunia pada semester pertama tahun ini justru membengkak sebesar 4,5% dibanding tahun lalu. Berbanding terbalik, impor tembaga China sebagai salah satu konsumen terbesar dunia malah menurun. Impor China bulan September lalu mengempis 2,5% menjadi sekitar 340.000 ton.

"Di satu sisi pasokan bertambah, namun di sisi lain permintaan menurun. Ini membuat pasar ragu-ragu dan membuat tembaga tertekan, " terang Andri. Maklum, China adalah konsumen sekitar 40% permintaan tembaga dunia. Mengacu data-data tersebut, Andri memprediksi, harga tembaga masih akan tertekan pada pekan ini. Sampai akhir tahun pun, ia meramal, tembaga akan sulit menembus level US$ 4.900 per metrik ton.

"Sentimen global tidak banyak mendukung," kata Andri. Ia melihat, sentimen terhadap dollar AS masih baik sampai akhir tahun ini di tengah keyakinan pelaku pasar akan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Selain itu, Andri memprediksi, industri China akan sulit bangkit melihat data-data yang agak mengecewakan bulan ini.(Kontan)


2. The Fed Kerek Bunga, Rupiah Akan Bertahan Rp13,000. 
JAKARTA. Isu kenaikan suku bunga The Fed alias Fed fund rate kembali mencuat. Komentar sejumlah pejabat The Fed hingga data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terlihat positif menggiring spekulasi kenaikan suku bunga AS akan semakin cepat.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, pelaku pasar sebenarnya sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga baik di bulan November maupun Desember. Tetapi potensi kenaikan suku bunga lebih besar bulan Desember. "Kenaikan bulan Desember pun akan tergantung dari data ekonomi AS. Hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan kenaikan suku bunga The Fed," paparnya.

Dugaan Rully, kenaikan suku bunga The Fed akan berkisar antara 15 hingga 25 basis poin dari posisi saat ini di level 0,5%. Dengan level kenaikan tersebut, dampak pada nilai tukar rupiah tidak akan terlalu besar.

Rully memprediksi, rupiah masih akan bertahan di kisaran Rp 13.000 - Rp 13.100 per dollar AS. Pergerakan rupiah didukung oleh berbagai data positif dari dalam negeri termasuk angka inflasi yang terus terkendali dan kondisi politik yang cukup stabil. Di samping itu, ada harapan perbaikan ekonomi setelah pelonggaran moneter BI. "Meski dampak pelonggaran moneter kemungkinan baru akan terasa setahun ke depan," imbuhnya.(Kontan)


3.Harga Batubara Tersulut Isu geopolitik.
JAKARTA. Isu geopolitik di Timur Tengah menyulut kenaikan harga batubara. Apalagi, dari sisi fundamental, ada pengurangan produksi di China. Mengutip Bloomberg, Senin (17/10), harga batubara kontrak pengiriman November 2016 di ICE Futures Exchange ditutup naik 3,66% dari pekan sebelumnya ke level US$ 93,50 per metrik ton. Ini harga tertinggi batubara sepanjang tahun ini.

Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka menilai, kenaikan harga batubara pada pekan ini salah satunya disebabkan gejolak di Timur Tengah. "Situasi geopolitik yang membara setelah AS, Irak, dan sekutunya berusaha untuk merebut kembali Kota Mosul dari tangan ISIS, membantu mendongkrak harga minyak. Dengan demikian, harga komoditas lain seperti batubara juga ikut terkerek," paparnya, Selasa (18/10).

Selain itu, lanjut Ibrahim, harga batubara juga tersulut akibat strategi China yang memotong lebih dari setengah produksinya. Sehingga, saat harga terangkat cukup baik, negeri Tiongkok dapat mengembalikan jumlah produksinya dan mendulang keuntungan lebih.

Menurutnya, pergerakan batubara sepanjang pekan ini akan disetir sejumlah data ekonomi. Antara lain, China akan merilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal III. Para analis memprediksi, pertumbuhannya akan sebesar 6,7%, sama seperti PDB kuartal II. Selain itu, pada hari yang sama juga akan dikeluarkan data dari Biro Statistik Nasional soal produksi industri di China. Diperkirakan, output industri di China bulan September tumbuh 6,4%, naik dari Agustus yang hanya 6,3%.

Lalu, di Amerika Serikat, akan dirilis data izin pendirian bangunan. Para analis memperkirakan sebanyak 1,17 juta izin dikeluarkan pemerintah AS untuk bangunan baru di negara Paman Sam itu pada bulan September. Meningkat dari bulan Agustus lalu yang tercatat 1,14 juta izin. Seperti kita tahu, batubara adalah sumber energi utama yang digunakan untuk pemanas ruangan, utamanya pada musim dingin.

"Kalau memang data dari AS dan China yang keluarbagus dan sesuai prediksi, harga batubara bisa terus menguat. Apalagi, pertumbuhan ekonomi China juga terlihat baik," tutur Ibrahim.

Ibrahim semakin optimistis terhadap kenaikan harga batubara sampai akhir tahun ini. Pasalnya, pada 30 November mendatang, negara-negara anggota OPEC akan mengadakan pertemuan resmi di Wina, Austria untuk membicarakan soal pemangkasan produksi minyak. "Kalau pertemuan ini sukses, pada akhir November nanti mungkin harga batubara bisa berada di level US$ 100 per metrik ton," proyeksinya.(Kontan)




                               ------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
19 OKTOBER 2016


SWING TRADE
4-8 MINGGU 



 ASRI
Buy: Rp460-Rp468
Take Profit: Rp510-Rp520
Cut Loss: Rp434





ERAA
Speculative Buy: Rp630-Rp640
Take Profit: Rp730
Cut Loss: Rp610










WIKA
Buy on Breakout: Rp2,770
Take Profit: Rp2,960
Cut Loss: Rp2,660


  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

PNLF: Rp196
HRUMRp1,600
AISA: Rp2,180
SMBR: Rp1,880



Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%

!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top