Sempat menguat pada sesi pertana, IHSG melemah tipis mengikuti aksi profit taking investor pada perdagangan Kamis 11 Agustus kemarin sebesar 0.09% dan ditutup pada level 5,419. Investor Asing membukukan net buy sebesar 61 Milliar. Hari ini
kami memprediksikan IHSG akan tertekan kembali melemah dengan level support
5,365 dan resistance 5,476.
Global & Commodities Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Global & Commodities Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
HIGHLIGHT NEWS
- 1. BEI Aktifkan Lagi Transaksi Saham BEI.
- JAKARTA. PT. Bursa Efek Indonesia mengaktifkan kembali transaksi perdagangan saham PT. Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) mulai sesi I perdagangan, Jumat hari ini, 12 Agustus.
2. Sektor Maritim Jadi Obat Mujarab Perbaiki Defisit Neraca Berjalan.
BATAM - Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah akan menggenjot sektor maritim untuk memperbaiki defisit neraca jasa. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung, mengatakan sektor maritim menyumbang 80% terhadap defisit neraca jasa Indonesia.
Perkiraannya, dalam waktu singkat, sulit untuk membalikkan defisit neraca jasa menjadi surplus, minimal yang bisa dilakukan ialah mengurangi defisit neraca jasa.
Juda mengatakan pada 2013 defisit neraca jasa mencapai US$12 miliar. Lantas, pada 2015 defisit neraca jasa US$8,3 miliar. Untuk memperbaiki defisit neraca jasa dengan fokus pada sektor maritim, Bank Indonesia akan membahasnya dalam rapat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada Jumat (12/8/2016).
"Defisit di neraca jasa kita disumbang sebagian besar oleh sektor maritim, misal leasing kapal dan sewa crane. Ini secara struktural sudah berlangsung bertahun-tahun. Hal ini akan menjadi agenda pembicaraan kami, bagaimana menyikapi defisit neraca jasa supaya berkurang," tutur Juda, Kamis (11/8/2016).
Dia menilai sektor maritim Indonesia berpotensi besar untuk dikembangkan, dilihat dari sisi perikanan, kapal, dan pariwisata. Saat ini pangsa sektor maritim dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia baru 4%. Pangsa ini tertinggal jauh dari pangsa maritim terhadap pertumbuhan ekonomi Filipina sebesar 20% dan pangsa di Jepang yang sudah di atas 20%.(Bisnis.com)
3. Maybank Sebut Sektor Media Masih Atraktif.
BATAM - Maybank Indonesia menilai sektor konstruksi, infrastruktur, telekomunikasi, dan media atraktif hingga akhir 2016. Myrdal Gunarto, Global Markets Economist Maybank Indonesia, mengatakan sektor dan subsektor yang masuk kategori atraktif berarti memiliki prospek bagus dengan pertumbuhan lebih dari 50%.
Menurutnya, sektor konstruksi masuk kategori atraktif karena berkaitan erat dengan inisiasi pemerintah di sektor infrastruktur. Sektor ini pun memiliki porsi cukup besar dalam produk domestik bruto Indonesia. Adapun, sektor infrastruktur dinilai atraktif karena banyaknya rencana pemerintah dalam membangun fasilitas publik, seperti waduk, pembangkit listrik, dan pembangunan reaktivasi jalur kereta api Trans-Sumatra.
"Sektor telekomunikasi masuk kategori atraktif karena sektor ini secara historis bertumbuh di atas 8%, hampir double digit. Media pun performanya bagus. Di produk domestik bruto terlihat media cukup bagus karena subsektor ini berkaitan dengan telekomunikasi," tutur Myrdal, Kamis (11/8/2016).
Sementara itu, sektor properti masuk dinilai netral. Pandangan netral ini mengasumsikan pertumbuhan di kisaran 0%-5%. Adapun, sektor komoditas dinilai tidak atraktif dengan rekomendasi sebaiknya dihindari.
"Harga minyak tidak banyak naik. Tambang belum ada pergerakan," ucap Myrdal.
4. Pembelian Emas Global Cetak Rekor.
JAKARTA.
Pembelian emas di sepanjang paruh pertama 2016 mencapai rekor
terbarunya sejak 2009 lalu. Hal ini terlihat dari rilis data yang
dikeluarkan oleh World Gold Council hari ini.
Sepanjang semester satu 2016 pembelian emas global naik 16% menjadi 1.064 metrik ton dibanding periode yang sama tahun 2015 lalu. Itu merupakan rekor tertingginya sejak 2009 lalu. Untuk kuartal dua 2016 saja permintaan investor untuk emas naik lebih dari dua kali lipat menjadi 448,4 ton dibanding kuartal dua 2015 lalu.
Penyebab utamanya datang kekhawatiran pra dan pasca Brexit serta antisipasi hasil dari pemilihan presiden AS. Ketidakpastian yang tinggi ini jadi dalang dibalik tingginya daya tarik emas sebagai safe haven dan aset yang dinilai pasar lebih stabil.
“Kenaikan daya tarik emas sebagai investasi ini jadi alasan kenapa emas merupakan komoditas dengan performa paling baik. Dampak dari perkembangan politik barat, terutama Brexit dan pemilu AS adalah katalis utamanya,” kata Alistair Hewitt, Head of Market Intelligence London based Council, seperti dikutip dari Bloomberg.
------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
DAILY STOCKPICK
12 AGUSTUS 2016
SWING TRADE
HMSP
Buy: Rp3,910-Rp3,930
Take Profit: Rp4,160-Rp4,200
Cut Loss: Rp3,750-Rp3,760
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
PNLF: Rp228-Rp300
CTRP: Rp665-Rp670
INDF: Rp8,050
ASRI: Rp565-Rp570
Buy: Rp3,910-Rp3,930
Take Profit: Rp4,160-Rp4,200
Cut Loss: Rp3,750-Rp3,760
MPPA
Buy: Rp1,905-Rp1,915
Take Profit: Rp2,030
Cut Loss: Rp1,855
RALS
Buy: Rp1,270-Rp1,300
Take Profit: Rp1,400
Cut Loss: Rp1,250
Buy: Rp1,905-Rp1,915
Take Profit: Rp2,030
Cut Loss: Rp1,855
Buy: Rp1,270-Rp1,300
Take Profit: Rp1,400
Cut Loss: Rp1,250
-------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
PNLF: Rp228-Rp300
CTRP: Rp665-Rp670
INDF: Rp8,050
ASRI: Rp565-Rp570
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala
keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan
keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan
investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301
Post a Comment