Setelah menembus level resistance 5,400, IHSG kembali perkasa dan menguat 0.86% ditutup pada level 5,420. Asing membukukan beli bersih sebesar 1.48 Trilliun. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan melanjutkan untuk menguat, namun rawan aksi proit taking. 
Berikut saham dan sektor penggerak 29 Juli lalu 








Global & Commodities Indices


--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. Sepekan Ini, IHSG Terbang 3,29%. 
JAKARTA. Pengamat pasar modal Muhammad Alfatih menilai bahwa salah satu faktor yang masih mendukung kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia positif yakni "reshuffle" atau perombakan susunan Kabinet Kerja pada 27 Juli 2016.
"Tren naik IHSG didukung oleh banyak faktor yang cukup kuat, salah satunya faktor Sri Mulyani Indrawati dalam kabinet. Ada faktor kepercayaan di pasar," ujar Muhammad Alfatih yang juga Vice President at PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (5/8).Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini atau periode 1-5 Agustus 2016, IHSG membukukan kenaikan sebesar 3,92 % ke posisi 5.420,25 poin dibandingkan pekan sebelumnya di 5.215,99 poin. Ia menambahkan bahwa sentimen positif dari dalam negeri lainnya yang juga turut mendukung kinerja positif IHSG, yakni kebijakan amnesti pajak, inflasi yang terjaga di level rendah, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang di atas ekspektasi.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah yang saat ini sedang melakukan penyesuaian terhadap postur penerimaan dan belanja negara agar APBN dapat lebih kredibel serta sesuai dengan kondisi perekonomian terkini juga dinilai positif pasar.(Kontan)
2. Data Cadangan Gagal Mengangkat Harga Gas Alam.
JAKARTA. Harga gas alam tertahan oleh data ekonomi dan ramalan cuaca di Amerika Serikat. Harga gas alam pun gagal menguat setelah rilis data penurunan cadangan gas alam.
Mengutip Bloomberg, Jumat (5/8) harga gas alam kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 2,2% ke level US$ 2,772 per mmbtu dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, gas alam terkikis 3,6%. Ibrahim, Direktur Utama PT Garuda Berjangka mengatakan, suhu panas di Amerika Serikat (AS) mulai berkurang sehingga menekan harga gas alam. Apalagi, beberapa daerah di AS mengalami banjir. Ramalan cuaca dari Commodity Weather Group menunjukkan cuaca panas di atas rata - rata akan menyelimuti wilayah AS bagian Timur hingga tanggal 19 Agustus. Namun AccuWeather Inc meramalkan cuaca di New York pada 8 Agustus akan berada 1 derajat di bawah normal.
"Tidak ada kekurangan gas dimanapun, meski kita memiliki udara panas yang luar biasa," ujar Tom Saal, Senior Vice President perdagangan energi di FCStone Latin America LLC, seperti dikutip Bloomberg. "Jumlah cadangan gas yang kita punya telah meredakan ketakutan potensi jumlah gas di musim dingin," imbuhnya. Efek turunnya cadangan gas alam gagal mengangkat harga. Harga gas alam melemah dalam tiga hari beruntun meski cadangan gas alam AS turun. Data Energy Information Administration pada Kamis (4/8) menunjukkan, cadangan gas alam AS secara mingguan turun 6 miliar kaki kubik. Cadangan gas alam mingguan hanya turun tiga kali selama musim panas tahun ini. Pekan sebelumnya, cadangan gas alam naik hingga 17 miliar kaki kubik.(Kontan)
3. Kepemilikan Asing di SUKUK Melambung 82%.
JAKARTA. Per 4 Agustus 2016, porsi asing dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) domestik yang dapat diperdagangkan mencapai Rp 14,6 triliun atau 6,57% dari total outstanding Rp 222,37 triliun. Terkesan masih kecil? Padahal, kepemilikan asing melambung 82,06% sejak akhir tahun lalu di posisi Rp 8,14 triliun.
Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo menilai, kenaikan porsi asing yang signifikan di sukuk mengindikasikan pertumbuhan minat investor luar negeri. Alasannya, imbal hasil SBSN yang cukup kompetitif ketimbang instrumen pendapatan tetap lainnya.Apalagi prospek kondisi makro ekonomi Indonesia cukup cerah. Maklum, sepanjang tahun 2016, Bank Indonesia (BI) sudah memangkas suku bunga acuan sebanyak empat kali menjadi 6,5%.
"Kepemilikan SBSN yang masih longgar akan menarik minat investor. Meskipun faktor likuiditas SBSN tetap menjadi penghambat," imbuhnya.
Anil Kumar, Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management berpendapat, wajar apabila minat investor asing dalam pasar sukuk dalam negeri masih rendah. Sebab, mayoritas investor luar negeri lebih menggemari instrumen yang likuid agar dapat memenuhi kebutuhan trading mereka.(Kontan)
------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
8 AGUSTUS 2016


SWING TRADE
1-4 MINGGU


SSMS
Speculative Buy: Rp1,580-Rp1,590
Take Profit: Rp1,800
Cut Loss: Rp1,550-Rp1,570





KIJA
Buy on Breakout: Rp308
Take Profit: Rp322-Rp326
Cut Loss: Rp300





  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

INCO: Rp2,620
TAXI: Rp188
KREN: Rp440


Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%

!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top