Selasa 30 Agusus 2016, IHSG ditutup melemah 0.16% pada level 5,362. Pelemahan ini didorong aksi jual bersih asing yang cukup besar 766 Milliar. Hari ini kami memprediksikan IHSG akan bergerak mix cenderung untuk kembali melemah dalam zona sideways resistance 5,434 dan level support 5,300.
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG 





Global & Commodity Indices


--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

HIGHLIGHT NEWS
1. Eksternal Terus Mendesak Posisi Rupiah.
JAKARTA. Pelemahan rupiah masih berlanjut meski dalam rentang yang kian tipis. Tekanan eksternal yang besar nyaris tidak memiliki peredam dari dalam negeri.
Di pasar spot, Selasa (30/8) valuasi rupiah tergelincir tipis 0,01% di level Rp 13.268 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Berbeda, di kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah terangkat 0,11% di level Rp 13.260 per dollar AS.
Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk menuturkan bisa dikatakan pergerakan rupiah sepanjang hari terhitung flat. Hanya saja memang arah pelemahan tetap terlihat.
Ini sebagian besar masih imbas dari pernyataan Janet Yellen, Gubernur The Fed yang positif mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. “Sampai ada sentimen baru yang signifikan dari AS, peluang USD tetap unggul masih terbuka,” ujar Reny.
Saat ini fokus pasar tertuju pada rilis data sektor tenaga kerja AS akhir pekan nanti. Selama pasar mengantisipasi hal tersebut, USD akan tetap berada dalam kondisi prima.
Reny menambahkan potensi pelemahan rupiah akan semakin besar mengingat di akhir bulan seperti biasanya permintaan USD domestik cukup tinggi. Efeknya ini akan semakin memojokkan posisi rupiah. “Tidak banyak sentimen baru, dominasi eksternal masih akan terasa,” katanya.
Menurut tebakan Reny meski kans pelemahan tetap terbuka namun rentangnya akan sempit. "Resisten paling kuat di Rp 13.300 per dollar AS," tutur Reny. Selemah apa pun rupiah, setidaknya sepanjang pekan ini belum akan ada tekanan melewati batas tersebut.(Kontan)


2. CPO Menguat Didukung Pelemahan Ringgit. 
JAKARTA. Harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) menguat dengan dukungan pelemahan nilai tukar ringgit. Tren kenaikan permintaan serta tekanan produksi diharapkan mampu menopang harga ke depan.
Mengutip Bloomberg, Selasa (30/8) pukul 16.59 WIB, harga CPO kontrak pengiriman November 2016 di Malaysia Derivative Exchange menguat 0,44% ke level RM 2.528 atau US$ 623,8 per metrik ton dibanding sehari sebelumnya. Tetapi dalam sepekan terakhir harga CPO terkikis 1,9%
Analis PT Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar memaparkan, turunnya harga minyak mentah dunia sempat menyeret CPO pada awal pekan. Tetapi pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada akhir pekan lalu mendukung kenaikan suku bunga sehingga menjaga penguatan USD terhadap ringgit Malaysia.
Mengutip Bloomberg, Selasa (30/8) pukul 18.57 WIB, nilai tukar ringgit tergerus 0,17% di 4,0522 per dollar AS. "CPO yang diperdagangkan dengan ringgit mengambil peluang untuk menguat," papar Deddy.
Deddy melihat masih ada sentimen yang berpotensi mengangkat CPO. Berdasarkan data Intertek Testing Services, ekspor CPO Malaysia periode 1 - 25 Agustus naik 31% menjadi 1,3 juta metrik ton dibanding periode sama bulan sebelumnya. India mencatat permintaan terbesar yakni 455.970 ton disusul Uni Eropa 251.252 ton dan kawasan Asia Oceania 212.097 ton.(Kontan)


3. Prediksi Harga emas Ditengah Isu Suku Bunga AS. 
JAKARTA. Harga emas berpotensi terus tertekan oleh spekulasi kenaikan suku bunga The Fed. Tetapi tekanan emas akan terbatas selama kenaikan suku bunga belum terealisasi.

Mengutip Bloomberg, Selasa (30/8) pukul 19.10 WIB, harga emas kontrak pengiriman Desember 2016 di Commodity Exchange melemah 0,26% ke level US$ 1.323,7 per ons troi dibanding sehari sebelumnya.
Alwi Assegaf, analis PT SoeGee Futures menjelaskan, isu kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi minat beli emas di masa mendatang. Hal tersebut lantaran emas merupakan aset yang tidak mampu memberi imbal hasil berupa bunga. Dengan demikian, permintaan emas berpotensi turun di tengah peluang kenaikan suku bunga.
Sepanjang tahun ini, harga emas menguat lebih dari 20%. Namun penguatan harga disebabkan oleh perannya sebagai aset aman alias safe haven. Harga emas melambung ketika terjadi ketidakpastian ekonomi, seperti kejatuhan bursa saham China dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
"Tetapi saat ini kekhawatiran ekonomi global mereda, secara otomatis peran emas sebagai safe haven juga meredup," ungkap Alwi.
Menurut Alwi, isu kenaikan suku bunga akan semakin kuat jika data tenaga kerja AS yakni Non Farm Payroll (NFP) bulan Agustus meningkat di atas 200.000. Data tersebut akan dirilis pada Jumat (2/9).
Untungnya, masih ada beberapa kalangan yang ragu The Fed mampu menaikkan suku bunga tahun ini. Hal ini membuat tekanan emas cenderung terbatas. Di samping itu, bank sentral di negara maju seperti Jepang dan Eropa masih menjaga suku bunga rendah sehingga menopang laju emas.
Jika wacana kenaikan suku bunga The Fed tidak terealisir, Alwi optimistis range harga emas hingga akhir tahun akan terjaga di US$ 1.310 - US$ 1.375 per ons troi. "Ini merupakan range pergerakan dalam hampir dua bulan ini," imbuhnya.(Kontan)


------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

DAILY STOCKPICK
31 AGUSTUS 2016


SWING TRADE
1-4 MINGGU 


 MNCN
Buy: Rp1,940
Take Profit: Rp2,060-Rp2,080
Cut Loss: 5%



 SMRA
Buy on Breakout: Rp1,790
Take Profit: Rp1,920-Rp1,940
Cut Loss: Rp1,740





 SSMS
Buy: Rp1,650-Rp1,655
Take Profit: Rp1,790-Rp1,800
Cut Loss: Rp1,590


  -------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------

FAST TRADE
1-2 HARI 

BWPT: Rp193
LSIPRp1,555
PSAB: Rp370
AISA: Rp2,190




Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%

!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!




"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------


DISCLAIMER ON:
Segala keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
 085781739301

Post a Comment

 
Top