IHSG kembali menguat dengan Basic Industry dan Agri sebagai sektor leading pada Rabu 16 Agusus lalu. Ditutup pada level 5,371 IHSG sejak pembukaan market hingga penutupan mengalami penguatan sebesar 0.96% dibantu investor asing yang membukukan net buy sebesar 577.73 Milliar. Hari ini
kami memprediksikan IHSG akan bergerak mix cenderung untuk menguat dengan level resistance 5,400 dan level support 5,300.
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG
Global & Commodities Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut Sektor dan Saham Penggerak IHSG
Global & Commodities Indices
--------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
HIGHLIGHT NEWS
1. Pasca HUT RI IHSG Diproyeksi Bertenaga.
Jakarta. Setelah lima hari tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (16/08) ditutup menguat 0,96% ke level 5.371,84. Krishna Setiawan analis Lautandhana Securindo mengatakan koreksi yang terjadi pada indeks sifatnya hanya teknikal dan sementara. Melihat indeks pada perdagangan hari ini, Krishna memprediksi masih ada peluang bagi IHSG untuk naik lagi pada perdagangan Kamis (18/08) setelah libur hari kemerdekaan Indonesia
Jakarta. Setelah lima hari tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (16/08) ditutup menguat 0,96% ke level 5.371,84. Krishna Setiawan analis Lautandhana Securindo mengatakan koreksi yang terjadi pada indeks sifatnya hanya teknikal dan sementara. Melihat indeks pada perdagangan hari ini, Krishna memprediksi masih ada peluang bagi IHSG untuk naik lagi pada perdagangan Kamis (18/08) setelah libur hari kemerdekaan Indonesia
"Secara teknikal, candlestick membentuk pola bullish harami yang memungkinkan IHSG untuk naik lagi," ujar Krishna kepada KONTAN, Selasa (16/08). Sementara Liga Maradona analis Recapital Securities melihat penguatan IHSG
pada perdagangan Selasa disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia
yang cukup signifikan yaitu mendekati level US$ 45 per barel. Lalu
pemberlakuaan 7 days repo rate pengganti BI Rate turut mendorong laju IHSG.
"7 days repo rate ini sangat berdampak ke sektor industri dasar dan properti," kata Liga.
Sebanyak 207 saham naik dan 116 saham turun di perdagangan Selasa. Namun, bisa dikatakan hampir semua sektor mengalami kenaikan. Investor asing pun masih melakukan net buy sebanyak Rp 578 miliar. Artinya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah masih positif.(Kontan)
"7 days repo rate ini sangat berdampak ke sektor industri dasar dan properti," kata Liga.
Sebanyak 207 saham naik dan 116 saham turun di perdagangan Selasa. Namun, bisa dikatakan hampir semua sektor mengalami kenaikan. Investor asing pun masih melakukan net buy sebanyak Rp 578 miliar. Artinya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah masih positif.(Kontan)
New
York - Bursa saham AS di Wall Street cenderung suram pada perdagangan
Rabu (17/8/2016). Investor memilih berhati-hati menjelang publikasi
risalah rapat The Fed bulan Juli lalu.
Risalah tersebut menjadi petunjuk terhadap sikap Fed AS tentang kebijakan suku bunga acuan. Bahkan bursa AS melemah menjelang beredarnya risalah ini.
Isu seputar risalah tersebut sudah beredar sejak perdagangan Selasa kemarin. Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart mengingatkan Fed mungkin bisa menaikkan suku bunga hingga dua kali untuk tahun ini. Salah satunya di bulan September memiliki potensi tersebut.
"Saya tidak mengesampingkan September. Jika pertemuan hari ini, saya pikir data ekonomi akan membenarkan tentang kebijakan menaikkan suku bunga sekarang," kata Lockhart seperti mengutip cnbc.com
- See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2317834/jelang-risalah-fed-wall-street-cenderung-terbatas#sthash.doieXbr8.dpuf
Risalah tersebut menjadi petunjuk terhadap sikap Fed AS tentang kebijakan suku bunga acuan. Bahkan bursa AS melemah menjelang beredarnya risalah ini.
Isu seputar risalah tersebut sudah beredar sejak perdagangan Selasa kemarin. Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart mengingatkan Fed mungkin bisa menaikkan suku bunga hingga dua kali untuk tahun ini. Salah satunya di bulan September memiliki potensi tersebut.
"Saya tidak mengesampingkan September. Jika pertemuan hari ini, saya pikir data ekonomi akan membenarkan tentang kebijakan menaikkan suku bunga sekarang," kata Lockhart seperti mengutip cnbc.com
- See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2317834/jelang-risalah-fed-wall-street-cenderung-terbatas#sthash.doieXbr8.dpuf
New
York - Bursa saham AS di Wall Street cenderung suram pada perdagangan
Rabu (17/8/2016). Investor memilih berhati-hati menjelang publikasi
risalah rapat The Fed bulan Juli lalu.
Risalah tersebut menjadi petunjuk terhadap sikap Fed AS tentang kebijakan suku bunga acuan. Bahkan bursa AS melemah menjelang beredarnya risalah ini.
Isu seputar risalah tersebut sudah beredar sejak perdagangan Selasa kemarin. Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart mengingatkan Fed mungkin bisa menaikkan suku bunga hingga dua kali untuk tahun ini. Salah satunya di bulan September memiliki potensi tersebut.
"Saya tidak mengesampingkan September. Jika pertemuan hari ini, saya pikir data ekonomi akan membenarkan tentang kebijakan menaikkan suku bunga sekarang," kata Lockhart seperti mengutip cnbc.com
- See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2317834/jelang-risalah-fed-wall-street-cenderung-terbatas#sthash.doieXbr8.dpuf
Risalah tersebut menjadi petunjuk terhadap sikap Fed AS tentang kebijakan suku bunga acuan. Bahkan bursa AS melemah menjelang beredarnya risalah ini.
Isu seputar risalah tersebut sudah beredar sejak perdagangan Selasa kemarin. Presiden Fed Atlanta, Dennis Lockhart mengingatkan Fed mungkin bisa menaikkan suku bunga hingga dua kali untuk tahun ini. Salah satunya di bulan September memiliki potensi tersebut.
"Saya tidak mengesampingkan September. Jika pertemuan hari ini, saya pikir data ekonomi akan membenarkan tentang kebijakan menaikkan suku bunga sekarang," kata Lockhart seperti mengutip cnbc.com
- See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2317834/jelang-risalah-fed-wall-street-cenderung-terbatas#sthash.doieXbr8.dpuf
2. Minyak Akan Bertahan Diatas $40 Per Barel.
JAKARTA. Harga minyak masih bertahan dalam tren positif meski mengalami koreksi harian. Pelaku pasar menanti pertemuan OPEC pekan depan setelah berkembang isu pembatasan produksi. Mengutip Bloomberg, Rabu (17/8) pukul 13.51 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 0,58% ke level US$ 46,31 per barel dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir harga minyak melambung 11%.
Analis PT Indonesia Cerdas Berjangka, Suluh Adil Wicaksono mengatakan, ajakan Arab Saudi untuk mendiskusikan pembekuan produksi antara produsen OPEC menjaga harga minyak di atas US$ 45 per barel. Apalagi negara Rusia juga akan bergabung dalam pembekuan produksi. Harga pun telah menguat dalam empat hari beruntun sebelum tergerus di hari Rabu (17/8). "Pertemuan OPEC pekan depan akan menjadi krusial bagi prospek harga minyak selanjutnya," paparnya.
Fluktuasi harga minyak tentu akan terus terjadi. Setelah mengalami rally cukup panjang sejak awal Agustus, potensi koreksi harga minyak semakin besar. Data kenaikan cadangan minyak AS bisa menjadi salah satu alasan pelaku pasar untuk melakukan aksi profit taking. "Kenaikan signifikan dalam periode pendek biasanya diikuti oleh koreksi tajam. Hal itu wajar karena kenaikan harga minyak masih disebabkan oleh rumor," lanjut Suluh.
Akan tetapi, kenaikan harga minyak dapat bertahan jika rumor direalisasikan dengan kebijakan. Suluh yakin, hingga pertemuan OPEC bulan depan, harga minyak akan terjaga di atas US$ 40 per barel. Setelah itu, jika kebijakaan pembekuan produksi terbukti, maka laju minyak akan semakin positif, demikian juga sebaliknya.(Kontan)
JAKARTA. Harga minyak masih bertahan dalam tren positif meski mengalami koreksi harian. Pelaku pasar menanti pertemuan OPEC pekan depan setelah berkembang isu pembatasan produksi. Mengutip Bloomberg, Rabu (17/8) pukul 13.51 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2016 di New York Mercantile Exchange tergerus 0,58% ke level US$ 46,31 per barel dibanding sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir harga minyak melambung 11%.
Analis PT Indonesia Cerdas Berjangka, Suluh Adil Wicaksono mengatakan, ajakan Arab Saudi untuk mendiskusikan pembekuan produksi antara produsen OPEC menjaga harga minyak di atas US$ 45 per barel. Apalagi negara Rusia juga akan bergabung dalam pembekuan produksi. Harga pun telah menguat dalam empat hari beruntun sebelum tergerus di hari Rabu (17/8). "Pertemuan OPEC pekan depan akan menjadi krusial bagi prospek harga minyak selanjutnya," paparnya.
Fluktuasi harga minyak tentu akan terus terjadi. Setelah mengalami rally cukup panjang sejak awal Agustus, potensi koreksi harga minyak semakin besar. Data kenaikan cadangan minyak AS bisa menjadi salah satu alasan pelaku pasar untuk melakukan aksi profit taking. "Kenaikan signifikan dalam periode pendek biasanya diikuti oleh koreksi tajam. Hal itu wajar karena kenaikan harga minyak masih disebabkan oleh rumor," lanjut Suluh.
Akan tetapi, kenaikan harga minyak dapat bertahan jika rumor direalisasikan dengan kebijakan. Suluh yakin, hingga pertemuan OPEC bulan depan, harga minyak akan terjaga di atas US$ 40 per barel. Setelah itu, jika kebijakaan pembekuan produksi terbukti, maka laju minyak akan semakin positif, demikian juga sebaliknya.(Kontan)
3. BRI Agro Akan Right Issue.
Britama.com – Berdasarkan informasi yang diberikan (16/08), PT. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO)
berencana menerbitkan saham baru (Right issue) sebanyak-banyaknya
4.465.150.218 (empat miliar empat ratus enam puluh lima juta seratus
lima puluh ribu dua ratus delapan belas) saham dengan nilai nominal
Rp100,- (seratus rupiah) per saham yang akan ditawarkan melalui
Penambaham Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang
disertai Waran Seri II, dengan harga yang akan ditetapkan dan diumumkan
dalam Prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan
yang berlaku.
Pelaksanaan penambahan modal dilakukan dengan
memberikan HMETD disertai Waran seri II, dan pengajuan pelaksanaan
pendaftaran penambahan modal tersebut akan dilaksanakan setelah
mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) yang direncanakan diselenggarakan pada tanggal 22 September
2016, dan dengan demikian efektif pelaksanaan PMHMETD diperkirakan
sekitar awal bulan November 2016.
Rencana Penambahan Modal Dengan Memberikan HMETD yang
disertai Waran Seri II akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
penuh sekitar 38,90 % (tiga puluh delapan koma sembilan puluh persen)
dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Dari jumlah 38,90%
tersebut didalamnya termasuk Waran Seri II yang jumlahnya tidak melebihi
ketentuan yang diatur dalam pasal 6 Peraturan No. 32/POJK.04/2015,
yakni tidak melebihi 35% (tiga puluh lima persen) dari jumlah saham yang
telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran
PMHMETD disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan.
Selanjutnya dengan asumsi seluruh saham dalam PMHMETD
yang disertai Waran Seri II dapat diterbitkan, bagi Pemegang Saham yang
tidak melaksanakan HMETD-nya akan terdilusi maksimal sebesar 25,33%
(dua puluh lima koma tiga puluh tiga persen) dari prosentase kepemilikan
saham dalam Perseroan. Nantinya penambahan modal tersebut akan digunakan
Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan yang selanjutnya
seluruhnya digunakan untuk ekspansi kredit.
------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
DAILY STOCKPICK
18 AGUSTUS 2016
SWING TRADE
BJTM
Buy: Rp600-Rp610
Take Profit: Rp670-Rp680
Cut Loss: Rp570
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
MCOR: Rp204
JGLE: Rp151
DMAS: Rp278
Buy: Rp600-Rp610
Take Profit: Rp670-Rp680
Cut Loss: Rp570
TLKM
Buy: Rp4,140
Take Profi: Rp4,350-Rp4,370
Cut Loss: Rp4,050
-------------------------------------------------------------------------Buy: Rp4,140
Take Profi: Rp4,350-Rp4,370
Cut Loss: Rp4,050
-----------------------------------------------------------------------------------------------
FAST TRADE
1-2 HARI
MCOR: Rp204
JGLE: Rp151
DMAS: Rp278
Take Profit: 4%-5%
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
Cut Loss: 2%
!Gunakan Maksimal Hanya 20% Dari Total Dana Anda Dalam Melakukan Fast Trade!
"The Biggest Risk is Not Taking The Risk"
-Anonymous-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------
DISCLAIMER ON:
Segala
keputusan investasi kembali ke masing-masing investor dalam pengambilan
keputusan. Kami tidak melakukan pemaksaan atas transaksi yang dilakukan
investor dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Follow us on Twitter: @Republik_Invest
Join Our Group on Whatsapp for Live Trade Guidance
085781739301
Post a Comment